Pengamat Soroti Program MBG Prabowo: Bagus, Tapi Terlalu Dipaksakan
JAKARTA Pengamat kebijakan publik M Gumarang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabo
NASIONAL
Jakarta — Calon Gubernur (Cagub) DKI Jakarta nomor urut 2, Dharma Pongrekun, menyampaikan pernyataan tegas mengenai posisinya dalam kontestasi Pilkada DKI Jakarta 2024. Berbeda dengan calon lain yang menggandeng tokoh nasional sebagai pendukung utama, Dharma menegaskan bahwa ia hanya menggandeng rakyat untuk memperjuangkan aspirasi mereka.
Pernyataan tersebut disampaikan Dharma saat berdialog dengan masyarakat di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Jumat (22/11/2024). Ia mengungkapkan bahwa dirinya tidak mengandalkan dukungan tokoh politik maupun partai.
“Saya menggandeng rakyat saja. Karena saya memperjuangkan bukan kepentingan saya, melainkan kepentingan rakyat,” ujar Dharma dalam kesempatan tersebut.
Dharma menjelaskan bahwa dirinya tidak ingin terlibat dalam praktik yang menonjolkan tokoh tertentu untuk menarik dukungan. Menurutnya, konsep “tokoh” dalam politik sering kali menciptakan kesenjangan di antara manusia.
“Artinya apa? Kita menempatkan manusia secara adil. Tidak ada yang dilebihkan dan tidak ada yang dikurangi. Semua setara. Kami tidak didukung oleh partai-partai,” jelasnya.
Ia juga menyoroti fenomena endorsement dalam Pilkada yang dinilai berpotensi menghadirkan kepentingan eksternal. Dharma menyebut bahwa regulasi yang saat ini ada sering kali bukan dibuat untuk rakyat, melainkan demi kepentingan kelompok tertentu.
“Ingat, regulasi yang ada dibuat selama ini bukan oleh rakyat, tetapi oleh mereka yang punya kepentingan. Ada kepentingan asing yang meng-endorse mereka,” tambah Dharma.
Dalam kampanye yang akan digelar di Cengkareng, Kalideres pada Sabtu (23/11/2024), Dharma memastikan bahwa tidak ada tokoh nasional yang diundang. Ia berpendapat bahwa setiap manusia memiliki peran penting dalam masyarakat.
“Tokohnya adalah masyarakat. Kami ingin semua adil. Semua penting di mata Tuhan. Tidak ada yang ditokohkan,” kata Dharma.
Menurutnya, mengundang tokoh tertentu dalam kampanye hanya akan memperkuat disparitas antara tokoh tersebut dan masyarakat. Ia menyebut hal ini sebagai fenomena yang sudah salah kaprah.
“Inilah yang salah kaprah selama ini. Kita selalu membuat ketokohan tanpa menyadari bahwa kita sedang menciptakan jarak antara tokoh dan follower-nya,” tegasnya.
Sebagai calon independen, Dharma mengakui tantangan yang ia hadapi dalam melaksanakan kampanye, termasuk keterbatasan pendanaan. Ia sebelumnya berencana menggelar kampanye akbar di Waduk Pluit, tetapi terpaksa membatalkannya.
“Pendanaan kami terbatas, tetapi ini tidak menyurutkan semangat kami untuk tetap mendekatkan diri kepada rakyat,” ucap Dharma.
Kampanye Dharma Pongrekun di Cengkareng akan menjadi ajang untuk mempertegas visi dan misinya sebagai calon independen yang berkomitmen pada kepentingan rakyat, tanpa bergantung pada dukungan tokoh atau partai politik.
(johansirait)
JAKARTA Pengamat kebijakan publik M Gumarang menilai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi program unggulan pemerintahan Prabo
NASIONAL
JAKARTA Pakar komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M Jamiluddin Ritonga, menilai ketergantungan Partai Solidaritas Indonesia (PSI)
POLITIK
Oleh Yudi LatifSAUDARAKU, di negeri yang lahir dari laut dan letusan gunung, angin membawa doa dari seribu bahasa, dan hujan jatuh seperti
OPINI
JAKARTA Harga batu bara dunia kembali menunjukkan penguatan di tengah dinamika pasar energi global yang masih dibayangi ketidakpastian g
EKONOMI
JEMBER Polemik anggota DPRD yang merokok saat rapat kembali menjadi sorotan publik setelah Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember, Moha
NASIONAL
BALIKPAPAN Polda Kalimantan Timur turut mengamankan seorang anggota polisi berinisial A yang merupakan anak buah Kasat Resnarkoba Polres
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono angkat bicara soal kebijakan biaya
EKONOMI
JAKARTA WhatsApp meluncurkan fitur baru bernama Obrolan Incognito dengan Meta AI, yang diklaim memungkinkan pengguna melakukan percakapa
SAINS DAN TEKNOLOGI
JAKARTA Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai fenomena ayah dan anak yang samasama meraih suara signifikan di daerah p
POLITIK
JAKARTA Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), Ubaid Matraji, mengkritik Surat Edaran Mendikdasmen Nomor 7
PENDIDIKAN