Rico Waas dan Forkopimda Senam Bareng Warga di CFD Medan
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berbaur dengan masyarakat dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA - Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) mengingatkan adanya potensi penyalahgunaan anggaran yang sangat besar dalam program Sekolah Rakyat, yang pada tahun ini dialokasikan sebesar Rp7 triliun.
Menurut JPPI, besarnya anggaran tersebut sangat rawan disalahgunakan tanpa adanya pengawasan yang ketat dan transparan.
Koordinator Nasional JPPI, Ubaid Matraji, menyampaikan kekhawatirannya terkait potensi penyalahgunaan dana, yang dapat mencakup penggelembungan harga barang seperti laptop atau seragam sekolah, hingga proyek-proyek fiktif yang tidak bermanfaat.
"Angka fantastis ini jelas rawan disalahgunakan. Tanpa pengawasan yang ketat dan transparan, ada banyak celah penyalahgunaan yang dapat merugikan negara dan rakyat," ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Lebih lanjut, Ubaid menyebutkan bahwa dana sebesar Rp7 triliun seharusnya bisa lebih optimal jika digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang masih jauh dari harapan.
"Dana sebesar ini seharusnya digunakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, bukan malah menjadi ladang korupsi yang merugikan," katanya.
Selain itu, JPPI juga mencatat fenomena mengkhawatirkan terkait banyaknya guru dan murid yang memilih mundur dari Sekolah Rakyat.
Padahal, mereka merupakan pihak yang seharusnya mendapatkan manfaat utama dari program ini.
Menurut Ubaid, ini menunjukkan adanya masalah mendasar dalam pelaksanaan program yang patut dicurigai.
"Kalau anggarannya begitu besar, tapi guru dan murid justru meninggalkan sekolah, patut dicurigai ada masalah mendasar dalam pelaksanaannya. Pertanyaannya, siapa sebenarnya yang menikmati anggaran ini? Jangan sampai program ini hanya menjadi proyek sesaat yang lebih mementingkan pencitraan daripada membangun sistem pendidikan yang solid dan efektif," kata Ubaid.
Di tengah polemik tersebut, JPPI juga menyoroti model Sekolah Rakyat yang, menurutnya, perlu diubah secara fundamental.
Ubaid menilai pola pengelompokan anak-anak miskin dengan anak-anak miskin lainnya cenderung bersifat dikotomis dan diskriminatif, yang dapat memperburuk kesenjangan sosial.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) berbaur dengan masyarakat dal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau yang akrab disapa Mualem, menegaskan revisi UndangUndang Pemerintahan Aceh (UUPA) penting dil
PEMERINTAHAN
BINJAI Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kota Binjai melakukan penyegaran struktur organisasi melalui Rapat Pleno I yang digela
POLITIK
JAKARTA Taman Safari Indonesia kembali menggelar International Animal Photo and Video Competition (IAPVC) 2026 sebagai ajang fotografi d
PARIWISATA
ACEH Pemerintah mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Ba
NASIONAL
BANDA ACEH Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada hari ini diperkirakan didominasi cuaca berawan hingga hujan ringan. Beberapa daer
NASIONAL
MEDAN Kondisi cuaca di sejumlah wilayah Sumatera Utara (Sumut) pada hari ini didominasi cuaca cerah. Namun, beberapa daerah diperkirakan
NASIONAL
JAKARTA Cuaca di wilayah DKI Jakarta pada hari ini diperkirakan didominasi hujan ringan di sebagian besar kawasan ibu kota. Sementara it
NASIONAL
BANDUNG Prakiraan cuaca di sejumlah wilayah Jawa Barat pada hari ini didominasi hujan ringan hingga hujan sedang. Bahkan, wilayah Subang
NASIONAL
YOGYAKARTA Prakiraan cuaca di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada hari ini didominasi kondisi berawan. Namun, hujan ringan dip
NASIONAL