BREAKING NEWS
Senin, 25 Mei 2026

Pemkot Solo Buka Ekstrakurikuler Roblox, Mendikdasmen: Waspada Kecanduan, Bisa Timbulkan Gangguan Mental Anak

Raman Krisna - Minggu, 21 September 2025 11:55 WIB
Pemkot Solo Buka Ekstrakurikuler Roblox, Mendikdasmen: Waspada Kecanduan, Bisa Timbulkan Gangguan Mental Anak
Ilustrasi. (foto: AI/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SOLO – Pemerintah Kota Solo membuka program ekstrakurikuler berbasis gim Roblox untuk siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Kegiatan ini digelar di Solo Technopark sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran berbasis teknologi yang lebih menyenangkan dan kreatif.

Kegiatan ini memicu perdebatan di kalangan pendidik dan pengamat pendidikan, termasuk dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Baca Juga:
Menteri Abdul Mu'ti menyatakan bahwa penggunaan gim dalam proses belajar mengajar masih menimbulkan pro dan kontra di dunia pendidikan.

"Soal game itu sudah jadi kajian klasik dalam dunia pendidikan. Ada yang pro, ada yang kontra," ujar Mu'ti saat ditemui di Kantor Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (21/9/2025).

Mu'ti mengakui bahwa teknologi modern seperti gim dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran, selama benar-benar mendukung tujuan pendidikan.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa tidak semua media digital cocok digunakan untuk semua mata pelajaran.

"Prinsip saya, media yang berbasis teknologi maju bisa digunakan, selama dia mendukung pembelajaran," ujarnya.

Menurut Mu'ti, penggunaan gim seperti Roblox dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik dan menyenangkan bagi siswa.

Namun, ia menyoroti adanya potensi dampak negatif, terutama risiko kecanduan gim (game addiction) dan gangguan konsentrasi belajar.

"Pembelajaran dengan game mungkin lebih menyenangkan. Tapi ada sisi lain, yaitu potensi ketagihan game yang dapat menimbulkan gangguan mental serius," jelasnya.

Mu'ti juga menyebut bahwa banyak studi menunjukkan anak-anak saat ini mengalami penurunan kemampuan fokus akibat terlalu terbiasa bermain gim.

"Attention span anak-anak kita sekarang sangat pendek, salah satu penyebabnya adalah karena terbiasa dengan main game," katanya.

Ia menambahkan, efek bermain gim tidak berhenti saat layar ditutup, tapi seringkali terbawa hingga ke lingkungan sekolah maupun rumah.

Meski mengakui adanya dampak negatif, Mu'ti menegaskan bahwa keputusan terkait implementasi gim dalam pembelajaran tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.

"Itu kebijakan dari Pemkot Solo. Yang penting adalah bagaimana manfaat dari gim itu untuk kepentingan pendidikan," tegasnya.

Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan atas program-program inovatif semacam ini, termasuk dari sisi efektivitas, manfaat pendidikan, dan dampak jangka panjang bagi siswa.

"Kalau suatu media lebih banyak manfaatnya, ya silakan dipakai. Tapi kalau lebih banyak mudaratnya, kenapa harus dipaksakan?" tutupnya.

Program ekstrakurikuler Roblox ini merupakan bagian dari inisiatif "Edublox" yang diharapkan bisa mengasah kemampuan logika, kreativitas, dan pemrograman dasar siswa secara menyenangkan.

Pemerintah Kota Solo menekankan bahwa pendampingan guru dan kontrol terhadap konten tetap menjadi prioritas utama selama pelaksanaan.*

(kp/a008)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PAUD Resmi Masuk Program Wajib Belajar 13 Tahun, Ini Alasannya
iOS vs Android: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhan Anda?
Robot Ini Bisa Bedah Otak dengan Akurasi Tinggi, Kini Hadir di Rumah Sakit RI!
Waspada! Penyalahgunaan Foto Pribadi oleh AI Makin Marak, Ini Risikonya!
Tangisan Siswa SDN Paya Baro Saat Sekolah Terancam Ditutup Pemkab Aceh Barat
211 Anggota DPR Tak Ungkap Latar Belakang Pendidikan, Perludem Soroti Minimnya Transparansi Pemilu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru