MEDAN – Video yang memperlihatkan seorang anggota polisi dikejar, terlibat adu mulut, hingga didorong masuk ke parit di lingkungan PoldaSumatera Utara viral di media sosial.
Peristiwa yang sempat memicu berbagai spekulasi itu ternyata berkaitan dengan persoalan rumah tangga dan sengketa harta bersama.
Dalam video yang beredar, tampak seorang anggota polisi berinisial HL terlibat cekcok dengan sejumlah warga sipil di kawasan Markas Polda Sumut.
Ketegangan sempat memanas hingga nyaris berujung perkelahian.
Pada rekaman tersebut, oknum polisi itu terlihat terdorong hingga terjatuh di area taman Gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) PoldaSumut.
Perselisihan kemudian berlanjut hingga ke luar area markas, di mana yang bersangkutan kembali terlibat adu mulut sebelum akhirnya terjatuh ke dalam selokan atau parit.
Video kejadian itu dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan mengundang perhatian publik.
Menanggapi viralnya video tersebut, Kepala Bidang Humas PoldaSumatera Utara, Kombes Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa insiden itu terjadi pada 21 Maret 2026 dan tidak berkaitan dengan tugas kepolisian.
Menurut Ferry, keributan tersebut berawal dari konflik rumah tangga yang sedang dihadapi anggota polisi tersebut dengan istrinya.
"Ini masalah keluarga, saling tuding dalam persoalan rumah tangga, termasuk dugaan perselingkuhan," kata Ferry, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa pihak yang terlibat dalam perselisihan dan mendorong anggota polisi tersebut merupakan istrinya sendiri bersama sejumlah anggota keluarganya.
Menurutnya, konflik tersebut dipicu persoalan pembagian harta bersama atau harta gana-gini yang belum tuntas setelah hubungan rumah tangga keduanya bermasalah.