Sumut Provinsi Teratas Narkoba sejak 2019, Bobby Nasution Perkuat Sinergi Basmi Peredarannya
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal
PEMERINTAHAN
JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) mengambil langkah serius untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan ramah anak di pesantren.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pencegahan dan Penanganan Kekerasan sebagai wujud komitmen mencegah dan menanggulangi kekerasan di lembaga pendidikan keagamaan.
"Kita serius dengan pengembangan pesantren ramah anak. Untuk itu, kita bentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan," ujar Nasaruddin, Minggu (26/10/2025).Baca Juga:
Langkah ini diperkuat dengan sejumlah regulasi, antara lain Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 91 Tahun 2025, Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022, dan KMA Nomor 83 Tahun 2023, yang fokus pada pencegahan kekerasan seksual di pesantren.
Panduan teknis juga diterbitkan, termasuk Keputusan Dirjen Pendidikan Islam Nomor 4836 Tahun 2022 dan Nomor 1262 Tahun 2024, yang menekankan pengasuhan ramah anak serta identifikasi "ruang gelap" di pesantren agar menjadi ruang terang yang aman bagi santri.
Data terbaru dari Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menunjukkan, dari 43.000 pesantren di Indonesia, hanya 1,06 persen memiliki kerentanan tinggi terhadap kekerasan seksual.
"Angka kerentanan ini menjadi perhatian serius Kemenag.
Sebaliknya, 98,9 persen pesantren memiliki daya tahan tinggi dan dapat berbagi praktik baik dalam pencegahan kekerasan," kata Nasaruddin.
Sinergi dengan KemenPPPA menjadi bagian penting dari strategi ini. Menteri Agama menjelaskan, kerja sama ini fokus pada tiga ranah: mempromosikan hak anak, mencegah kekerasan melalui pola pengasuhan yang menghormati santri, serta menangani kasus kekerasan yang terjadi.
Tidak hanya membentuk Satgas, Kemenag juga mengimplementasikan langkah praktis di lapangan. Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno menyebutkan, sebanyak 512 pesantren telah dipilih sebagai pilot project Pesantren Ramah Anak, yang dilengkapi sistem pelaporan online dan layanan Telepontren berbasis WhatsApp untuk memudahkan santri melaporkan tindak kekerasan secara aman dan anonim.
Staf Khusus Menag bidang Kebijakan Publik, Media, dan Pengembangan SDM, Ismail Cawidu, menambahkan, Kemenag juga menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) dan program Sosialisasi Masa Taaruf Santri (Mata Santri) untuk meningkatkan kesadaran pesantren akan pentingnya lingkungan ramah anak.
"Respons pesantren sangat positif. Mereka terbuka berdiskusi dengan aktivis perempuan, LSM, dan kampus untuk memastikan upaya pencegahan kekerasan berjalan efektif," ujar Ismail.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal
PEMERINTAHAN
MEDAN Pemerintah Kota Medan terus memperkuat sinergi dengan Kodim 0201/Medan untuk mempercepat pembangunan sekaligus mendukung berbagai pr
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan penetapan perwalian anak bukan sekadar urusan administrasi. Menurutnya, proses t
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melantik Erfin Fahrurrazi sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan. Rico
PEMERINTAHAN
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Bobby Nasution mendorong Toba Caldera Culture Festival 2026 menjadi momentum untuk memperkenalkan
PARIWISATA
NIAS BARAT Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagub Sumut) Surya menegaskan kemajuan pendidikan di Kabupaten Nias Barat membutuhkan kolabora
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Pendidikan Aceh pada 2026 dinilai perlu mengubah orientasi kebijakan dari sekadar memperluas akses menjadi memastikan setiap
PENDIDIKAN
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) mendorong Desa Bekiung, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, menjadi desa e
PENDIDIKAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno membantah isu yang menyebut dirinya mundur da
POLITIK
KUALA, LANGKAT Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menyerahkan peralatan produksi abon sapi dan cookies kepada Kelompok Ibui
PENDIDIKAN