BINJAI — Institut Syekh Abdul Halim Hasan (INSAN) Kota Binjai menjadi kampus pertama di Sumatera Utara yang dikunjungi Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia pada 2026.
Kunjungan tersebut berlangsung dalam agenda LemhannasGoes to Campus yang digelar di lapangan kampus INSAN, Jalan IR H. Juanda, Binjai Timur, Jumat, 30 Januari 2026.
Kegiatan ini mengangkat tema "Hukum dan Ekonomi dalam Perspektif Ketahanan Nasional: Membangun Kedaulatan Hukum dan Kemandirian Ekonomi Indonesia."
Rombongan Lemhannas disambut oleh Ketua Yayasan Institut Syekh Ali Hasan, Hj. Putri Susi Melani Daulay, bersama jajaran pimpinan kampus.
Program LemhannasGoes to Campus bertujuan memberikan pembekalan langsung kepada mahasiswa mengenai ketahanan nasional, kepemimpinan, serta tantangan kontemporer seperti disinformasi dan polarisasi sosial.
Ia menegaskan INSAN memiliki lebih dari 4.500 mahasiswa dan memiliki sejarah panjang yang berakar dari perjuangan ulama dan tokoh proklamator di wilayah Binjai dan Langkat.
"Kampus ini dirintis oleh Syekh Abdul Halim Hasan, tokoh proklamator Republik Indonesia di Binjai dan Langkat. Kami berharap INSAN tidak hanya menjadi kebanggaan daerah, tetapi juga nasional," kata Ramadhan.
Ia juga menyampaikan rencana transformasi INSAN dari institut menjadi universitas, dengan digitalisasi sebagai kebijakan utama mulai 2026.
Dalam paparannya, Gubernur LemhannasAce Hasan Syadzily menegaskan kunjungan Lemhannas ke kampus bukan sekadar agenda seremonial, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kesadaran geopolitik generasi muda.
Menurutnya, masa bonus demografi yang dialami Indonesia akan sangat menentukan arah masa depan bangsa.
"Indonesia tidak hidup dalam ruang hampa. Dinamika global akan selalu berdampak langsung pada kondisi nasional. Karena itu, mahasiswa harus memahami posisi strategis Indonesia dalam percaturan dunia," ujar Ace Hasan.
Ia juga mengajak civitas akademika INSAN meneladani semangat kebangsaan para pendiri bangsa, termasuk Syekh Abdul Halim Hasan, sebagai fondasi dalam menghadapi tantangan global yang kian kompleks.
Sementara itu, Wali Kota BinjaiAmir Hamzah menilai pemaparan Lemhannas mengenai konsep Asta Gatra sangat relevan dalam memperkuat ketahanan daerah, terutama di tengah disrupsi teknologi dan dinamika geopolitik global.
Pemerintah Kota Binjai, kata dia, berkomitmen memperkuat sinergi dengan lembaga strategis nasional untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul dan berintegritas.*