BREAKING NEWS
Selasa, 03 Maret 2026

Menu MBG SD 02 Kampung Lalang Diduga Tak Sesuai Instruksi Presiden, Orang Tua Murid Kecewa

Muhammad Taufik - Senin, 02 Maret 2026 10:31 WIB
Menu MBG SD 02 Kampung Lalang Diduga Tak Sesuai Instruksi Presiden, Orang Tua Murid Kecewa
Program Makan Bergizi Gratis di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan dari orang tua siswa. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BATUBARA – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, menuai sorotan dari orang tua siswa.

Program yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto diduga tidak dijalankan sesuai dengan ketentuan menu yang telah ditetapkan.

Baca Juga:
Seorang orang tua murid merekam menu MBG yang dibawa pulang anaknya dan memperlihatkan isi paket makanan tersebut.

Dalam video yang beredar, terlihat menu hanya terdiri dari satu kotak susu kecil merek Frisian Flag, satu buah salak, serta satu bungkus kerupuk. Perkiraan nilai menu tersebut sekitar Rp6.000.

Padahal, berdasarkan arahan Presiden untuk program MBG, menu anak sekolah dianjurkan memiliki komposisi gizi seimbang yang mencakup karbohidrat (misalnya nasi), protein hewani (ayam, telur, atau ikan), protein nabati (tempe atau tahu), sayuran, buah, dan susu.

Anggaran yang diestimasi berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per anak per hari.

Kekecewaan disampaikan salah satu orang tua siswa yang enggan disebutkan namanya.

"Apa ini menu MBG di SD 02 Desa Kampung Lalang, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara? Kok segini saja? Apa mau banyak ambil untung mereka?!" ucapnya dengan nada kesal.

Ia juga menyampaikan harapan langsung kepada Presiden agar program ini dievaluasi secara menyeluruh.

"Kok begini ya Pak Presiden menu MBG-nya? Menurut saya lebih baik program ini dihentikan kalau seperti ini. Saya menilai ada oknum yang menggunakan kesempatan ini untuk mencari keuntungan. Program bagus tapi bisa membuka peluang korupsi kalau tidak diawasi ketat. Contohnya, menu anak saya hanya susu sekotak, salak satu, dan kerupuk," tutupnya.

Program MBG bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, mencegah stunting, serta mendukung tumbuh kembang dan konsentrasi belajar siswa.

Jika benar terjadi ketidaksesuaian menu di lapangan, masyarakat berharap adanya pengawasan ketat dan evaluasi dari pihak terkait agar tujuan mulia program tersebut tidak menyimpang dari instruksi awal.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara program MBG di sekolah tersebut belum memberikan klarifikasi resmi terkait dugaan ketidaksesuaian menu tersebut.*

(dh)

Baca Juga:

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rudi Alfahri Rangkuti Soroti Ancaman Narkoba di Sumut, Perlu Edukasi dan Penindakan Konsisten
Anggota DPR RI Doli Kurnia Tandjung Sambangi Rumah Keluarga WNI Ditahan di Kamboja, Berikan Dukungan Moral
Satgas PRR Targetkan Nol Pengungsi di Tenda Sebelum Idul Fitri 2026
Transparansi Hilang, Kepercayaan Publik Terkikis: Laporan Pemerasan di Sumut Masih ‘Mati Suri’
Peletakan Batu Pertama Masjid KH Ahmad Dahlan, Surya Tekankan Sinergi Ilmu dan Iman
BGN Hentikan 47 SPPG Selama Ramadhan, Temuan Pelanggaran Mutu MBG Berulang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru