BREAKING NEWS
Rabu, 11 Maret 2026

Bahlil Kritisi Syarat TOEFL Tinggi LPDP: “Hanya Menguntungkan Orang Kaya”

Nurul - Rabu, 11 Maret 2026 11:50 WIB
Bahlil Kritisi Syarat TOEFL Tinggi LPDP: “Hanya Menguntungkan Orang Kaya”
Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, saat berkunjung ke Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, Minggu (8/3/2026). (foto: Bahlil Lahadalia/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, menyoroti kebijakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) yang kerap menetapkan syarat skor TOEFL tinggi bagi calon penerima beasiswa.

Menurut Bahlil, ketentuan ini berpotensi menguntungkan kalangan ekonomi atas dan menyulitkan mahasiswa dari latar belakang kurang mampu, termasuk para santri.

"Jangan disuruh syaratnya itu harus bahasa Inggris TOEFL 700 atau 800, itu mah orang-orang kaya saja," ujar Bahlil saat berkunjung ke Pondok Pesantren Azzainiyyah, Sukabumi, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga:

Bahlil menekankan, kualitas pendidikan tidak selalu ditentukan oleh jenis sekolah.

Ia menilai pesantren memiliki potensi yang setara, bahkan lebih unggul, dibanding sekolah umum tertentu.

"Belum tentu sekolah yang sekarang dianggap bagus itu kualitasnya lebih hebat dibandingkan dengan pesantren," katanya.

Pengamat pendidikan dari Perguruan Taman Siswa, Darmaningtyas, menyatakan kritik Bahlil memiliki dasar yang kuat.

Menurutnya, kemampuan bahasa Inggris sering kali berkaitan dengan kondisi ekonomi seseorang.

"Secara kasuistik memang ada dari kelompok menengah ke bawah yang kemampuan bahasanya bagus, tetapi secara umum fasilitas belajar lebih banyak dimiliki oleh mereka yang mampu," kata Darmaningtyas, Rabu (11/3/2026).

Ia menambahkan, siswa dari keluarga mampu bisa mengakses kelas privat atau lembaga pendidikan tambahan, sementara mahasiswa dari keluarga kurang mampu hanya mengandalkan sekolah atau belajar otodidak.

Darmaningtyas menegaskan bahwa standar TOEFL terlalu tinggi berisiko membuat beasiswa LPDP hanya dikuasai kelompok ekonomi atas.

"Yang penting kemampuan penguasaan bahasa untuk mengikuti kuliah dan menulis paper dengan baik. Itu sudah cukup," pungkasnya.*

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
TNI Siaga 1, Mahfud MD: Mungkin Ada Isu Serius yang Belum Dipahami Publik
Harga Emas Antam Meroket! 1 Gram Tembus Rp3,087 Juta, Buyback Naik Rp45 Ribu
Bobby Nasution dan KSAD Maruli Simanjuntak Resmikan Jembatan Bailey di Nias Selatan, Akses Pendidikan dan Distribusi Hasil Bumi Makin Lancar
Buka Puasa Bersama Relawan, Rico Waas Paparkan Pencapaian Medan: Lapangan Kerja Terserap 23.800 dan Investasi Melesat 200%
Peresmian Jembatan Garuda Bagian dari Program Nasional 200 Titik Jembatan, Tingkatkan Kualitas Hidup Warga Pedesaan di Simalungun
Di Tengah Gejolak Pasar Global, Prabowo Rapat Ekonomi Bersama BI dan Menkeu
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru