DPC PSI Binjai Selatan Hadiri Salat Iduladha Bersama Gubernur Sumut di Lapangan Merdeka Binjai
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH – Ketua Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen dan PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Aceh, Dr. Iskandar Muda Hasibuan, menilai persoalan utama pendidikan di Indonesia saat ini tidak terletak pada banyaknya kebijakan atau regulasi yang dibuat, melainkan pada kualitas pembelajaran yang berlangsung di ruang kelas.
Pandangan tersebut disampaikan Iskandar dalam kegiatan konsolidasi Sekolah Muhammadiyah menuju Pusat Keunggulan yang diikuti kepala TK/PAUD, MI, SMP, SMA serta pengurus Majelis Dikdasmen Muhammadiyah Aceh Tengah dan Bener Meriah di Takengon.
Menurut Iskandar, berbagai diskusi mengenai pendidikan selama ini lebih banyak berfokus pada kurikulum, anggaran, sarana prasarana, hingga perubahan kebijakan.Baca Juga:
Padahal, kata dia, inti dari seluruh proses pendidikan sesungguhnya berada pada interaksi antara guru dan peserta didik di dalam kelas.
"Masalah pendidikan kita sesungguhnya berada di ruang kelas, bukan di ruang rapat. Pendidikan hidup atau mati di sana. Mutu pendidikan lahir dari kualitas pembelajaran yang berlangsung setiap hari antara guru dan murid," ujar Iskandar dalam keterangannya di Banda Aceh, Rabu (27/5/2026).
Ia menjelaskan, berbagai penelitian pendidikan internasional menunjukkan bahwa faktor paling berpengaruh terhadap hasil belajar siswa adalah kualitas pengajaran yang diberikan guru di ruang kelas.
Karena itu, sekolah yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh megahnya bangunan atau lengkapnya fasilitas, melainkan oleh pengalaman belajar yang diperoleh siswa setiap hari.
Menurut Iskandar, tantangan pendidikan saat ini bukan lagi semata soal akses, melainkan bagaimana menghadirkan pembelajaran yang bermutu dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Ia menyoroti masih adanya praktik pembelajaran yang terlalu berpusat pada guru, minim dialog, serta lebih menekankan hafalan dibandingkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
"Masih banyak ruang kelas yang kurang memberi ruang bagi peserta didik untuk bertanya, berdiskusi, mengeksplorasi gagasan, dan membangun pemahaman secara aktif. Padahal, ruang kelas harus menjadi laboratorium kehidupan tempat karakter, kreativitas, dan nalar dikembangkan," katanya.
Iskandar menegaskan bahwa guru memiliki peran strategis sebagai penggerak proses pembelajaran.
Guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi inspirator yang membangun budaya belajar dan menumbuhkan semangat siswa untuk berkembang.
Karena itu, ia mendorong agar reformasi pendidikan diarahkan pada peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan kompetensi pedagogik guru, supervisi akademik yang efektif, serta pengembangan komunitas belajar di lingkungan sekolah.
Selain itu, Iskandar mengingatkan agar ukuran keberhasilan pendidikan tidak hanya didasarkan pada capaian administratif seperti akreditasi atau angka kelulusan.
Menurutnya, indikator yang lebih penting adalah sejauh mana peserta didik benar-benar mengalami proses belajar yang bermakna.
"Pertanyaan yang harus kita jawab adalah apakah anak-anak benar-benar belajar dengan baik di kelas, apakah mereka merasa aman, dihargai, tertantang untuk berpikir, dan mendapatkan pendampingan yang memadai dari gurunya," ujarnya.
Ia meyakini perubahan besar dalam dunia pendidikan dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana di ruang kelas.
Sebuah kelas yang hidup, guru yang reflektif, dan sekolah yang fokus pada mutu pembelajaran dapat menjadi titik awal transformasi pendidikan yang lebih luas.
"Jika ruang kelas berubah, sekolah akan berubah. Jika sekolah berubah, maka pendidikan juga akan berubah. Masa depan pendidikan kita pada akhirnya ditentukan di ruang kelas, bukan di ruang rapat," kata Iskandar.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa perbaikan pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang baik, tetapi juga komitmen untuk memastikan proses belajar mengajar berlangsung efektif, berkualitas, dan berpusat pada kebutuhan peserta didik.*
(ad)
BINJAI Ketua DPC PSI Binjai Selatan, Dilli Suganta Sembiring, menghadiri pelaksanaan Salat Iduladha 1447 Hijriah yang digelar di Lapangan
NASIONAL
BANDA ACEH Kapolda Aceh Irjen Pol. Drs. Marzuki Ali Basyah, M.M melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Raya Baitur
NASIONAL
JOKOWI Sekretaris Jenderal Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menyatakan bahwa kegiatan Joko Widodo berkeliling ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Menteri Agama Nasaruddin Umar mengungkapkan bahwa Masjid Istiqlal, Jakarta, menerima sejumlah hewan kurban dari masyarakat nonMus
NASIONAL
JAKARTA Menteri Luar Negeri RI Sugiono dalam forum Dewan Keamanan Perserikatan BangsaBangsa (PBB) menilai situasi di Palestina, khususnya
NASIONAL
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution merespons desakan pemberian kompensasi kepada warga yang terdampak pemadaman listrik total
PEMERINTAHAN
JAKARTA Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor memfasilitasi dialog antara manajemen PT Indomarco Prismatama (Indomaret) dan dua
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah terus berada dalam tekanan dan semakin mendekati angka keramat versi warganet di kisaran Rp17.845 per dolar
EKONOMI
MEDAN Provinsi Sumatera Utara (Sumut) resmi terpilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan BTN Indonesia Fashion Week (IFW) 2026. Ajang fes
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution melaksanakan Salat Iduladha 1447 Hijriah bersama ribuan masyarakat di Lapang
PEMERINTAHAN