BREAKING NEWS
Rabu, 03 Juni 2026

Kemdiktisaintek Persilakan Kampus Dirikan SPPG, Tapi Bukan Kewajiban

Johan - Rabu, 03 Juni 2026 17:16 WIB
Kemdiktisaintek Persilakan Kampus Dirikan SPPG, Tapi Bukan Kewajiban
Mendiktisaintek Brian Yuliarto setelah menghadiri konferensi pers hasil UTBK-SNBT tahun 2026 di Kemdiktisaintek, Jakarta Pusat, Senin (25/5/2026).(Foto: KOMPAS/MELVINA TIONARDUS)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA– Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) membuka peluang bagi perguruan tinggi untuk mendirikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Namun, pemerintah menegaskan langkah tersebut bukan kewajiban yang harus dijalankan seluruh kampus di Indonesia.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian BrianYuliarto mengatakan perguruan tinggi dapat membangun SPPG sebagai bagian dari program teaching factory atau sarana praktik langsung bagi mahasiswa.

Menurut Brian, keberadaan SPPG di lingkungan kampus dapat dimanfaatkan untuk mendukung pembelajaran, penelitian, hingga pengembangan inovasi yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Baca Juga:

"Nah, bahwa kemudian ada beberapa kampus yang membuat SPPG dalam rangka teaching factory, dalam rangka mahasiswa praktik, dalam rangka itu juga sekaligus diteliti, kami mempersilakan kepada kampus-kampus tersebut," ujar Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI, Rabu (3/6/2026).

Meski demikian, Brian menegaskan Kemdiktisaintek tidak pernah mengeluarkan kebijakan yang mewajibkan seluruh perguruan tinggi mendirikan dapur SPPG. Keterlibatan kampus dalam program nasional, kata dia, dapat dilakukan melalui berbagai cara sesuai bidang keilmuan masing-masing.

"Kami tidak pernah mengeluarkan edaran bahwa setiap kampus harus mendirikan dapur SPPG," tegasnya.

Brian menjelaskan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk melalui riset, inovasi teknologi, dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam konteks program MBG, kampus didorong untuk melakukan penelitian yang dapat memberikan dampak jangka panjang, seperti studi mengenai penurunan angka stunting, peningkatan kualitas gizi masyarakat, hingga evaluasi efektivitas program.

Ia mencontohkan sejumlah penelitian internasional menunjukkan program makan bergizi berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap penurunan stunting apabila dijalankan secara berkelanjutan dan terukur.

Sebelumnya, mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana sempat mendorong perguruan tinggi agar memiliki setidaknya satu SPPG untuk mendukung peningkatan gizi nasional. Bahkan beberapa kampus seperti Universitas Hasanuddin dan IPB University telah lebih dulu mengembangkan fasilitas tersebut.

Kemdiktisaintek berharap perguruan tinggi dapat mengambil peran aktif dalam menyukseskan program-program nasional melalui kontribusi akademik, penelitian, dan inovasi tanpa harus dibatasi pada pembangunan fasilitas tertentu.*

(d/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejagung Geledah Kantor BGN, Penyidik Masih Buru Bukti di Tengah Sorotan Tata Kelola MBG
Nanik Pimpin BGN, Zulhas: Prabowo Dengarkan Suara Rakyat dan Percepat Program MBG
Rupiah Tembus Rp17.900 per Dolar AS, BI Kencangkan Sinergi dan Jurus Stabilisasi
Dadan Hindayana Dicopot dari BGN, Dudung Sebut Ada Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG
KSP Dudung: Prabowo Ingin Program MBG Bebas Korupsi dan Penyimpangan
Ahmad Sahroni Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG di BGN
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru