BREAKING NEWS
Sabtu, 08 Agustus 2026

MBG Masih Gunakan Anggaran Pendidikan, DPR: Kesejahteraan Guru dan Beasiswa Tak Boleh Terganggu

Abyadi Siregar - Kamis, 18 Juni 2026 14:42 WIB
MBG Masih Gunakan Anggaran Pendidikan, DPR: Kesejahteraan Guru dan Beasiswa Tak Boleh Terganggu
Makanan program MBG. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani mengingatkan pemerintah agar penggunaan anggaran pendidikan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak mengganggu kebutuhan utama sektor pendidikan, termasuk kesejahteraan guru dan program beasiswa.

Pernyataan tersebut disampaikan Lalu menyusul penjelasan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menyebut anggaran Program MBG tahun 2027 masih bersumber dari pos pendidikan dan kesehatan.

"Kebutuhan dasar pendidikan harus tetap menjadi prioritas. Kesejahteraan guru, peningkatan mutu layanan pendidikan, serta berbagai program beasiswa unggulan pemerintah tidak boleh terganggu karena adanya alokasi anggaran untuk MBG," kata Lalu di Gedung DPR RI, Kamis, 18 Juni 2026.

Baca Juga:

Menurut politikus PKB itu, Komisi X DPR memahami pentingnya Program MBG sebagai upaya meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Namun, pelaksanaannya harus disertai tata kelola yang baik agar tidak mengorbankan sektor pendidikan yang juga menjadi kebutuhan strategis nasional.

Lalu mengakui hingga saat ini pihaknya belum mengetahui secara pasti besaran anggaran pendidikan tahun 2027 yang akan dialokasikan untuk program tersebut.

Sebab, pembahasan anggaran masih berlangsung di tingkat pemerintah dan DPR.

Meski demikian, Komisi X berkomitmen mengawasi penggunaan anggaran tersebut agar tidak mengurangi alokasi berbagai program pendidikan yang telah berjalan.

"Kami akan mengawal penggunaan anggaran itu. Karena sumber dananya berasal dari anggaran pendidikan, maka sudah menjadi kewajiban Komisi X untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaannya," ujarnya.

Selain soal anggaran, Lalu juga menyoroti pentingnya pemerataan pelaksanaan Program MBG.

Ia meminta pemerintah memberikan prioritas kepada daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang hingga kini masih belum sepenuhnya merasakan manfaat program tersebut.

Menurut dia, masyarakat di wilayah 3T justru menjadi kelompok yang paling membutuhkan dukungan pemenuhan gizi dari pemerintah.

"Daerah 3T harus menjadi prioritas utama. Jangan sampai ada ketimpangan dalam pelaksanaan program yang tujuannya untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia," katanya.

Lalu juga menyambut baik rencana pemerintah melakukan efisiensi dan pembenahan tata kelola Program MBG.

Menurutnya, langkah tersebut diperlukan untuk memperbaiki berbagai persoalan yang sempat muncul selama pelaksanaan program.

Ia menegaskan kualitas makanan yang diberikan kepada para siswa harus menjadi perhatian utama pemerintah.

"Tidak boleh ada lagi makanan basi atau makanan yang tidak layak konsumsi. Program ini harus benar-benar mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa secara aman dan berkualitas," ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Agustina Arumsari menyatakan bahwa anggaran Program Makan Bergizi Gratis tahun 2027 masih berasal dari pos pendidikan dan kesehatan.

Pernyataan itu disampaikan usai rapat tertutup dengan Komisi IX DPR RI yang membahas pagu indikatif BGN Tahun Anggaran 2027.

Berdasarkan surat dari Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas, BGN memperoleh pagu indikatif sebesar Rp270,2 triliun untuk melayani sekitar 81,5 juta penerima manfaat pada tahun 2027.

Namun demikian, Agustina menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan belum menjadi keputusan final.

Pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap jumlah penerima manfaat dan kebutuhan anggaran sebelum pembahasan lanjutan bersama Kementerian Keuangan dan Bappenas.

Evaluasi tersebut juga mencakup penajaman sasaran penerima manfaat serta pembenahan tata kelola program, termasuk sistem operasional dapur penyedia makanan, guna meningkatkan efisiensi dan efektivitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di masa mendatang.*


(km/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
PKB Minta PDIP Tak Abu-Abu, Deddy Sitorus Beri Jawaban Menohok
Pemprov Sumut Minta Daerah Percepat Tender BKP 2026, Peluang Dapat Dana Tahap II Lebih Besar
Larangan Demo di Bundaran HI, Pigai: Pemerintah Bisa Mengatur, Bukan Pelanggaran HAM
Ketua DPP NasDem Usul Motor Listrik Program MBG Dijual
Pemerintah Siapkan Rp635,9 Triliun untuk 8 Program Prioritas Nasional 2027, Pendidikan Dapat Jatah Terbesar
Driver Ojol Medan Geruduk DPRD Sumut, Tagih Janji Presiden Soal Potongan Aplikasi Maksimal 8 Persen
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Menyelamatkan Fiskal Daerah

Menyelamatkan Fiskal Daerah

Oleh Yakub F. IsmailKIAMAT fiskal sedang membayangi sejumlah daerah yang kini tengah menderita teakanan keuangan.Alarm tersebut sekaligus m

OPINI