BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

YDMDI Aceh Belajar PAUD Inklusif di Malaysia, Siapkan Inovasi Pendidikan untuk Aceh

T.Jamaluddin - Senin, 03 Agustus 2026 07:47 WIB
YDMDI Aceh Belajar PAUD Inklusif di Malaysia, Siapkan Inovasi Pendidikan untuk Aceh
Ketua YDMDI Aceh, Dr. Mulia Rahman, MA, melakukan kunjungan edukasi ke Shah Alam, Selangor, Malaysia, untuk mempelajari pengelolaan PAUD inklusif serta pengembangan agrowisata berbasis buah tin. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Ketua Yayasan Dunia Melayu Dunia Islam Aceh (YDMDI Aceh), Dr. Mulia Rahman, MA, melakukan kunjungan edukasi ke Shah Alam, Selangor, Malaysia, untuk mempelajari pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD) inklusif serta pengembangan agrowisata berbasis buah tin.

Kunjungan yang berlangsung pada 27-28 Juli 2026 itu merupakan bagian dari upaya memperkuat jejaring pendidikan sekaligus mencari referensi bagi pengembangan inovasi kelembagaan dan program pendidikan di Aceh.

Dalam kunjungan tersebut, Dr. Mulia Rahman didampingi Sekretaris YDMDI Aceh Zulfadli SE, Pembina Yayasan Datuk H. Said Aldi Al Idrus, SE, MM, serta Drs. Aidi Kamal.

Baca Juga:

Rombongan disambut langsung oleh Pendiri sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Al Kauthar Eduqids (AKE), Dato' Dr. Cpt. Bachtiar Aliff Ibrahim, bersama Pengarah Al Kauthar Eduqids, Datin Dr. Nor Fadilah Alias.

Pada hari pertama, rombongan mengunjungi salah satu Tadika Al Kauthar Eduqids untuk mempelajari sistem pengelolaan pendidikan anak usia dini yang telah berkembang di Malaysia.

Dalam kunjungan itu, rombongan mempelajari tata kelola lembaga, sistem pembagian kelas berdasarkan perkembangan peserta didik, metode pembelajaran yang berpusat pada anak, hingga berbagai program pengembangan karakter, kreativitas, dan kecerdasan anak usia dini.

Salah satu perhatian utama rombongan adalah penerapan sistem pendidikan inklusif yang memungkinkan anak berkebutuhan khusus belajar bersama peserta didik lainnya tanpa pemisahan kelas.

Menurut Dr. Mulia Rahman, pendekatan tersebut dinilai mampu membangun lingkungan belajar yang lebih ramah, menumbuhkan empati, serta mengajarkan nilai saling menghargai sejak usia dini.

Al Kauthar Eduqids sendiri saat ini telah membina sekitar 300 taman kanak-kanak (Tadika) yang tersebar di berbagai wilayah Malaysia, sehingga menjadi salah satu jaringan pendidikan anak usia dini terbesar di negara tersebut.

"Berbagai pengalaman yang kami peroleh selama kunjungan ini menjadi referensi penting untuk pengembangan pendidikan anak usia dini di Aceh," kata Dr. Mulia Rahman di Banda Aceh, Minggu (2/8/2026).

Selain mengunjungi lembaga pendidikan, rombongan juga melakukan kunjungan ke kawasan AKE Benefigs, pusat budidaya sekaligus agrowisata buah tin yang dikelola Dato' Dr. Cpt. Bachtiar Aliff Ibrahim.

Di lokasi tersebut, rombongan mempelajari teknik budidaya buah tin, pengelolaan kebun, pengembangan produk turunan, hingga konsep agrowisata berbasis edukasi yang melibatkan masyarakat.

Menurut Mulia Rahman, konsep tersebut tidak hanya memberikan nilai ekonomi, tetapi juga menjadi media pembelajaran bagi pelajar, mahasiswa, akademisi, hingga masyarakat umum.

"Kawasan ini sangat layak menjadi destinasi pembelajaran. Selain mengenalkan pertanian modern, keberadaan kebun buah tin juga memiliki nilai spiritual karena buah tin merupakan salah satu buah yang disebut dalam Al-Qur'an melalui Surah At-Tin," ujarnya.

Sementara itu, Pembina YDMDI Aceh, Datuk H. Said Aldi Al Idrus, berharap hasil kunjungan tersebut dapat ditindaklanjuti melalui kerja sama yang lebih luas antara YDMDI Aceh dan Al Kauthar Eduqids Malaysia.

Kerja sama itu diharapkan mencakup pengembangan pendidikan anak usia dini, pelatihan guru, penyusunan kurikulum, hingga pertukaran pengalaman antarlembaga guna meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Modus Gagal, Pilot Malaysia Bawa Urine Bersih Tapi Tetap Positif Narkoba
Bareskrim Polri Tangkap Kurir Ekstasi Jaringan Malaysia–Medan, Sita Lebih dari 9.000 Butir
Geger! Pilot Malaysia Airlines Dibekuk Bareskrim, Ngaku Dibayar Rp220 Juta Selundupkan Narkoba ke Jakarta
Unmuha dan IKDAR Malaysia Teken Kerja Sama Akademik, Perkuat Pendidikan hingga Pertukaran Mahasiswa
Mukarramah Fadhlullah Perkuat Sinergi Pokja Bunda PAUD, Dorong Layanan Pendidikan Anak Berkualitas di Aceh
Wagub Sumut Surya Dorong Penguatan PAUD di Kepulauan Nias, Sebut Pendidikan Anak Investasi Masa Depan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru