BREAKING NEWS
Jumat, 07 Agustus 2026

Prabowo Akui Mutu Pendidikan RI Masih Kalah dari Negara Tetangga, Ini Alasannya

Johan - Kamis, 06 Agustus 2026 20:18 WIB
Prabowo Akui Mutu Pendidikan RI Masih Kalah dari Negara Tetangga, Ini Alasannya
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan taklimat kepada para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui kualitas pendidikan Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara berdasarkan hasil Programme for International Student Assessment (PISA).

Meski demikian, ia menilai kondisi Indonesia tidak dapat disamakan dengan negara lain karena memiliki tantangan geografis yang jauh lebih kompleks.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan taklimat kepada para peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Istana Negara, Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:

Prabowo mengatakan hasil survei PISA menunjukkan kemampuan peserta didik Indonesia masih berada di bawah sejumlah negara di kawasan maupun negara maju.

"Ada suatu survei, survei namanya PISA, P-I-S-A, di mana membandingkan kualitas pendidikan berbagai negara. Kita termasuk tidak terlalu bagus, ya. Jadi skor PISA membaca, skor kita tadi kalau Anda lihat di situ, hanya sedikit di atas Filipina," kata Prabowo.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil survei tersebut, posisi Indonesia masih berada di bawah Thailand, Malaysia, Vietnam, Jepang, Singapura, Belanda, hingga rata-rata negara anggota OECD.

"Kita masih di bawah Thailand, di bawah Malaysia, di bawah Belanda, di bawah Vietnam, di bawah rata-rata OECD, di bawah Jepang, di bawah Singapura," lanjutnya.

Meski mengakui capaian pendidikan Indonesia masih perlu ditingkatkan, Prabowo menilai perbandingan dengan negara seperti Singapura harus melihat kondisi yang berbeda.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki ratusan ribu sekolah yang tersebar di berbagai wilayah, mulai dari daerah pegunungan hingga pulau-pulau terluar.

"Kalau Singapura saya nggak terlalu, nggak usah kita terlalu khawatir kok, hanya negara 5 juta kok, satu kota, ya kan. Kalau Menteri Pendidikan Singapura itu sebetulnya nggak bisa dibandingkan dengan Menteri Pendidikan Indonesia, ya kan. Indonesia punya 388 ribu sekolah kalau tidak salah, nanti dicek ya," ujarnya.

Prabowo menggambarkan bahwa luas wilayah Indonesia membuat pengelolaan pendidikan memiliki tantangan yang jauh lebih besar dibanding negara yang wilayahnya lebih kecil.

"Jadi kalau saya, Singapura oke dia berhasil di satu kota, ya kan. Menteri Pendidikan tinggal keliling seluruh Singapura mungkin 2 jam dia bisa cek hampir semua sekolah di situ, terjangkau dari kantor dia. No, it's real, it's reality, it's reality. Dia berhasil, tapi kesulitan kita sangat besar," lanjutnya.

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pengamat Nilai Reshuffle Kabinet Bisa Jadi Opsi Tingkatkan Kepuasan Publik
Satgas PRR Perkuat Pengawasan Pemulihan Pascabencana di Aceh, Pastikan Dana Rp1,6 Triliun Tepat Sasaran
Siswa Dilarang Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Penjelasan Kepala BGN
Kutip Pesan BJ Habibie, Prabowo: Indonesia Tak Perlu Takut, Ada Jutaan Orang Pintar yang Bisa Bangun Bangsa
Satgas PRR Dorong Percepatan Huntap Aceh Tamiang, 4.159 KK Terdampak Bencana Segera Dipulihkan
Ini Alasan Hakim PN Jaksel Tolak Permohonan Praperadilan Ganti Rugi Roy Suryo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru