BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Cegah Tiga Dosa Besar Pendidikan, Gus Ipul Perintahkan Sekolah Rakyat Perkuat SOP

Johan - Sabtu, 12 September 2026 12:04 WIB
Cegah Tiga Dosa Besar Pendidikan, Gus Ipul Perintahkan Sekolah Rakyat Perkuat SOP
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (foto: Direktorat Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh kepala Sekolah Rakyat memperkuat standar operasional prosedur (SOP) untuk memastikan kegiatan belajar mengajar berjalan dengan baik.

Penguatan SOP itu mencakup pengenalan dan pengawasan terhadap seluruh sumber daya manusia (SDM) di lingkungan sekolah, mulai dari siswa, guru, wali asuh, wali asrama hingga sekuriti.

Gus Ipul menyampaikan hal tersebut dalam rapat bersama seluruh kepala Sekolah Rakyat dan kepala sentra secara daring pada Jumat, 11 September 2026.

Baca Juga:

Menurut Gus Ipul, penguatan SOP diperlukan untuk mencegah potensi pelanggaran tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan seksual, dan intoleransi.

"Perkuat SOP, perkuat proses bisnis bapak-ibu sekalian, kenali dengan baik sumber daya manusia yang ada di sana, kenali juga dengan baik kondisi siswa kita yang ada di sana," ujar Gus Ipul seperti dalam keterangan tertulis yang diterima pada Sabtu, 12 September 2026.

Selain memperkuat SOP, Gus Ipul meminta kepala sekolah menerapkan kontrak kerja atau pakta integritas kepada seluruh tenaga kependidikan.

Menurut dia, langkah tersebut diperlukan agar seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat memiliki pemahaman yang sama mengenai kegiatan belajar mengajar dan dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi kepala sekolah one-on-one bisa bikin kontrak kerja dengan mereka (tenaga kependidikan). Kemudian sosialisasikan, laksanakan dengan benar, seluruh penyelenggara Sekolah Rakyat tahu dan paham SOP-nya," jelasnya.

Gus Ipul menekankan kepala sekolah harus memastikan SOP tidak hanya dibuat, tetapi juga dipahami dan dijalankan seluruh tenaga kependidikan.

Gus Ipul juga menginstruksikan para kepala sentra Kementerian Sosial untuk terlibat aktif membantu kepala Sekolah Rakyat.

Jika terdapat siswa yang membutuhkan rehabilitasi, siswa tersebut dapat dititipkan di sentra terdekat sebelum melanjutkan kembali kegiatan belajar di Sekolah Rakyat.

Karena itu, pihak sekolah diminta berkoordinasi dengan kepala sentra ketika menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Para siswa Sekolah Rakyat diketahui berasal dari keluarga dengan kondisi rentan dan latar belakang yang beragam.

Kondisi tersebut membuat sekolah perlu memberikan perhatian dan penanganan yang lebih baik kepada para siswa.

"Jadi, kenapa kepala sentra saya libatkan di sini? Tolong setiap ada kasus, segera bantu kepala sentra, kemudian proses rehabilitasinya dimulai di sentra-sentra bapak-ibu sekalian. Jangan dibiarkan kalau ada kasus-kasus," tegas dia.

Gus Ipul kembali mengingatkan bahwa kepala sekolah merupakan pemimpin tertinggi di lingkungan sekolah sekaligus menjadi kompas moral dalam proses pembelajaran.

Karena itu, kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk memastikan lingkungan Sekolah Rakyat aman bagi seluruh siswa dan tenaga kependidikan.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan menoleransi tindakan yang mengarah pada tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik atau seksual, serta intoleransi.

"Jadi, kami mohon maaf sekali, kami tidak menolerir adanya tindakan yang mengarah kepada tiga hal itu (perundungan, kekerasan fisik/seksual, dan intoleransi)," imbuhnya.

Menurut Gus Ipul, penguatan pengawasan, kepatuhan terhadap SOP, serta koordinasi antara kepala sekolah dan kepala sentra menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas penyelenggaraan Sekolah Rakyat.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wisuda Bukan Akhir, Bupati Asahan Dorong Sarjana IAI Daar Al Uluum Berkontribusi bagi Masyarakat
19 Kepala Sekolah Dilantik, Sekda Tanjabtim: Masa Depan Daerah Ada di Tangan Bapak dan Ibu
1.653 Sekolah Dicoret dari Penerima MBG, BGN Ungkap Alasannya
Pendidikan Karakter Jadi Bekal Hadapi Tantangan Zaman, Ini Pesan DWP Sumut untuk Pelajar
Denny Indrayana Ajukan Sengketa Pilpres 2024 ke MK, Minta Gibran Didiskualifikasi
Wawali Medan Zakiyuddin Harahap Temukan Fasilitas SD Negeri 066667 Belum Memadai
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru