BREAKING NEWS
Rabu, 14 Oktober 2026

Bukan Sekadar Luas, Ini 5 Alasan Utama Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia dan Benteng Iklim Bumi

Dharma - Selasa, 13 Oktober 2026 13:31 WIB
Bukan Sekadar Luas, Ini 5 Alasan Utama Kalimantan Dijuluki Paru-Paru Dunia dan Benteng Iklim Bumi
Ilustrasi Pulau Kalimantan (Foto: AI-generated)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

KALIMANTAN - Pulau Kalimantan dikenal sebagai salah satu kawasan dengan hutan hujan tropis yang luas dan keanekaragaman hayati tinggi. Hutan di pulau ini memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida, menyimpan karbon, menjaga siklus air, serta menjadi habitat berbagai satwa langka. Karena fungsi ekologis tersebut, Kalimantan kerap dijuluki sebagai paru-paru dunia.

Julukan tersebut bukan sekadar menggambarkan luasnya kawasan hijau di Kalimantan. Keberadaan hutan tropis dan lahan gambut di pulau ini turut berperan dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan membantu mengendalikan dampak perubahan iklim.

Lantas, apa saja alasan Kalimantan disebut sebagai paru-paru dunia? Berikut penjelasannya.

1. Memiliki Hutan Hujan Tropis yang Luas

Salah satu alasan utama Kalimantan mendapat julukan paru-paru dunia adalah keberadaan hutan hujan tropis yang menjadi bagian penting dari ekosistem Pulau Borneo.

Pulau Borneo terbagi menjadi wilayah Indonesia, Malaysia, dan Brunei Darussalam. Wilayah yang masuk Indonesia dikenal sebagai Kalimantan.

Hutan di kawasan ini memiliki beragam ekosistem, mulai dari hutan dataran rendah, hutan pegunungan, hingga hutan rawa gambut. Berbagai jenis tumbuhan tumbuh membentuk vegetasi yang lebat, mulai dari tumbuhan bawah hingga pepohonan besar yang membentuk kanopi hutan.

Keberadaan hutan tersebut tidak hanya menyediakan tempat hidup bagi satwa liar, tetapi juga membantu menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan masyarakat yang bergantung pada sumber daya alam.

Menurut World Wide Fund for Nature (WWF), Borneo merupakan salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi, termasuk menjadi habitat orangutan dan ribuan spesies tumbuhan.

2. Menyerap Karbon Dioksida dan Menyimpan Karbon

Hutan Kalimantan berperan dalam menyerap karbon dioksida (CO₂) dari atmosfer melalui proses fotosintesis. Gas tersebut merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dalam proses fotosintesis, tumbuhan memanfaatkan energi matahari untuk mengolah karbon dioksida dan air menjadi gula sebagai sumber energi. Proses ini juga menghasilkan oksigen yang dilepaskan ke udara.

Sebagian karbon yang diserap kemudian tersimpan dalam batang, cabang, daun, akar, serta tanah. Karena itu, hutan yang terjaga dapat menjadi tempat penyimpanan karbon dalam jangka panjang.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru