Dari Gus Dur sampai Gus Yahya, Ini “Peta Jalan” Ketum PBNU Masa Depan
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
AGAM -Banjir bandang yang melanda Kabupaten Agam, Sumatra Barat, menjadi sorotan utama setelah wilayah tersebut diguyur hujan lebat pada Jumat sore (5/4/2024) sekitar pukul 16.00 WIB. Kepusdatinkom Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi kejadian ini dalam keterangannya yang disampaikan pada Sabtu (6/4/2024).
Menurut Abdul Muhari, hujan lebat yang mengguyur wilayah Agam menjadi pemicu terjadinya banjir bandang, yang kemudian memicu upaya tanggap darurat dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama tim pencarian dan pertolongan (search and rescue/SAR) untuk melakukan pemantauan dan evakuasi warga yang terdampak.
Hingga malam hari pada Jumat (5/4/2024), BNPB terus melakukan koordinasi terhadap dampak banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Canduang dan Sungai Pua. Meskipun belum ada laporan pengungsian warga, BPBD Kabupaten Agam bersama aparat desa dan kecamatan tetap waspada terhadap potensi dampak lanjutan.
Abdul Muhari menjelaskan bahwa pemantauan sementara menunjukkan arus deras air yang menyasar akses jalan di Nagari Sungai Pua, namun belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan bangunan lainnya.
Perlu dicatat bahwa ini bukan kali pertama wilayah Agam dilanda bencana. Sebelumnya, pada Selasa (2/4/2024), banjir juga merendam wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Banuhampu dan Ampek Angkek. Meskipun genangan banjir tersebut telah surut, namun kondisi ini menunjukkan tingginya risiko bencana hidrometeorologi di wilayah tersebut.
Menghadapi potensi cuaca buruk dalam beberapa hari ke depan, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk tetap siaga. Antisipasi bahaya banjir dengan mempersiapkan rencana kesiapsiagaan, melakukan evakuasi mandiri sejak dini, dan mempersiapkan tas siaga bencana menjadi langkah penting yang disarankan.
Dalam situasi darurat seperti ini, koordinasi antarinstansi dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci dalam menghadapi dampak bencana secara efektif dan efisien. Warga yang membutuhkan bantuan evakuasi diharapkan segera menghubungi petugas berwenang untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan.
Melalui kesadaran dan kerjasama bersama, diharapkan wilayah Agam dan sekitarnya dapat pulih dari dampak bencana ini dengan segera, sambil terus meningkatkan kapasitas dalam menghadapi tantangan bencana alam di masa mendatang.
(K/09)
OlehMohammad DawamMUKTAMAR ke35 Nahdlatul Ulama pada Agustus 2026 mendatang bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan organisasi. Momen
OPINI
ACEH Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera menargetkan lima jembat
NASIONAL
PHNOM PENH Sebanyak 5.950 Warga Negara Indonesia (WNI) di Kamboja telah mendapatkan penghapusan denda overstay dari Pemerintah Kamboja.
NASIONAL
BUSAN Tim Olimpiade Fisika Indonesia kembali menorehkan prestasi membanggakan di ajang Asian Physics Olympiad (APhO) 2026 yang digelar d
PENDIDIKAN
JAKARTA Puasa Arafah yang dilaksanakan setiap 9 Zulhijah sehari sebelum Idul Adha dikenal memiliki keutamaan besar dalam Islam. Salah sa
AGAMA
KEBUMEN Presiden Prabowo Subianto mengingatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) agar mengelola aset nega
EKONOMI
WASHINGTON Pria pelaku penembakan di dekat Gedung Putih, Amerika Serikat, dilaporkan tewas setelah terlibat baku tembak dengan agen Secr
INTERNASIONAL
JAKARTA Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu&039ti memastikan sebanyak 237 ribu guru nonASN tetap dapat meng
PENDIDIKAN
BATU BARA Peristiwa tragis terjadi di kawasan Indrapura, Kecamatan Air Putih, Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara. Empat pegawai toko ak
PERISTIWA
BANDA ACEH Cuaca di sejumlah wilayah Aceh pada Minggu (24/5/2026) diprakirakan didominasi hujan ringan dan kondisi berawan. Namun, beber
NASIONAL