Pada puncak banjir, akses ke lokasi sempat terputus total. Bahkan kendaraan lapangan milik BPBD dengan ban ekstrem pun tidak mampu melintasi derasnya arus.
"Selasa sore itu air di jalan seleher saya. Baru Rabu siang bisa tembus, itu pun air masih setinggi dengkul," jelasnya.
Bupati Berau sendiri telah membagi tim kunjungan ke lokasi terparah, termasuk Kampung Long Ayap yang viral di media sosial karena video permintaan tolong warga yang rumahnya hanyut, termasuk dua gereja yang terseret banjir.
BPBD mengimbau warga terus memantau cuaca dari BMKG, waspada terhadap kabel listrik saat banjir, dan menghindari hewan buas seperti ular dan buaya.
Nopian juga menegaskan pentingnya kontribusi dari perusahaan-perusahaan sekitar.
"Kita tidak minta uang. Tapi bantu logistik, bahan pokok, dan tenaga. Kalau belum bergerak juga, ya kita sentil," pungkasnya.*