Kejar Target PAD Rp 4,1 Triliun, Rico Waas Pilih Perluas Basis Pajak Dibanding Naikkan Tarif
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan memperluas basis penerimaan pajak dan retribus
PEMERINTAHAN
MEDAN– Polda Sumatera Utara (Sumut) menepis kabar Ketua DPD NasDem Sumut, Iskandar ST, menjadi korban salah tangkap di pesawat Garuda Indonesia.
Polda menegaskan tindakan aparat Polrestabes Medan yang berkoordinasi dengan otoritas Bandara Kualanamu hanyalah pengecekan identitas.
Baca Juga:Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan peristiwa itu berawal saat personel Polrestabes Medan tengah menyelidiki kasus scamming dan judi online.
Berdasarkan informasi awal, terdapat nama seorang terduga pelaku bernama Iskandar yang terdeteksi berada di Bandara Kualanamu.
"Mengingat kasus judi online ini membutuhkan kecepatan dalam proses penyelidikan, personel langsung berkoordinasi dengan pihak bandara untuk melakukan pemeriksaan," ujar Kombes Ferry, Jumat (17/10/2025).
Petugas kemudian melakukan pengecekan identitas dan kecocokan data, namun hasilnya menunjukkan bahwa nama Iskandar dalam manifes penumpang pesawat adalah Ketua DPD NasDem Sumut, bukan terduga pelaku.
"Personel hanya melakukan pengecekan untuk memastikan apakah nama Iskandar yang diduga terlibat kasus scamming dan judi online itu sama dengan Iskandar yang berada di pesawat. Setelah dicocokkan, ternyata bukan orang yang sama," jelas Ferry.
Polda Sumut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat peristiwa tersebut.
"Kami mohon maaf apabila terdapat ketidaknyamanan atau ketersinggungan dari yang bersangkutan maupun pihak lain," kata Ferry.Iskandar sendiri menceritakan peristiwa itu terjadi pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 19.25 WIB saat menumpang pesawat GA 193 rute Bandara Kualanamu–Soekarno-Hatta.
Ia mengaku dipaksa turun dari pesawat oleh petugas Avsec, kru Garuda, dan polisi berpakaian preman yang menyebut ada surat penangkapan atas namanya terkait dugaan kasus judi online dan ITE.
"Pesawat mau tutup pintunya, saya tidak mengizinkan. Saya bilang jangan tutup dulu. Kemudian dari jauh ada yang teriak 'salah, salah'. Saya duga itu polisi juga. Setelah saya tanya, yang mendampingi Avsec tadi malah tidak mengaku polisi. Mereka semua pakai baju preman, satu per satu pergi," ungkap Iskandar.
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mengatakan Pemerintah Kota (Pemko) Medan akan memperluas basis penerimaan pajak dan retribus
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas melepas 10 pelajar dari empat sekolah yang mengikuti Program Pertukaran Pelajar Kota MedanI
PENDIDIKAN
TAPTENG Polisi menangkap seorang pria berinisial Yohannes Hasian Tanjung (27) yang diduga mencuri berbagai peralatan medis dari bekas UPTD
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Dua pemain asing PSMS Medan, Javier Siverio Toro dan Phillerson Natan Silva de Oliveira, mulai menunjukkan ketajaman di Pegadaian Cha
OLAHRAGA
DELI SERDANG Warga menemukan jenazah bayi lakilaki yang diduga baru lahir di Jalan Sempurna, Gang Mawar, Desa Sambirejo Timur, Kecamatan P
PERISTIWA
DELI SERDANG Jalan lintas provinsi di Desa Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang, masih terputus akibat longsor dan badan
PERISTIWA
SOLOK Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini sebelum banjir bandang menerjang Kabupaten So
PERISTIWA
SOLOK Dua warga dilaporkan hilang setelah banjir bandang menerjang kawasan Kantor Bupati Solok, Nagari Batang Barus, Kecamatan Gunung Talan
PERISTIWA
ACEH BESAR Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, berlangsung sukses. Kegia
AGAMA
JAKARTA Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah segera menjalani persidangan setelah berkas perkaranya dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Jakarta S
NASIONAL