DELI SERDANG – Bencanabanjir dan tanah longsor yang melanda Kabupaten Deli Serdang menelan korban jiwa delapan orang, sementara empat korban lainnya masih dalam pencarian tim SAR gabungan.
Bencana ini terjadi sejak Kamis, 27 November 2025, hingga Jumat malam, 28 November 2025.
Plt Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Kominfostan) Kabupaten Deli Serdang, Anwar Sadat Siregar, menyebutkan identitas korban tewas antara lain Henri Parsaoran Matanari (55), Sumiati Reselina br Hutasoit (51), Edi Erizal Nasution (70), Raden Sugiarto (72), Cahaya Khairani Pohan (70), Darussalam (85), Sugianto (57), serta seorang perempuan yang identitasnya belum diketahui
"Salah satu korban, Edi Erizal Nasution, sebelumnya mengalami stroke," jelas Anwar, Minggu (30/11/2025).
Sementara korban yang masih hilang adalah Doni Andrean (27), Anto (53), Rizki (27), dan Aziz (20). Pencarian terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.
Banjir di Deli Serdang tersebar di 15 kecamatan, dengan total 30.609 rumah terdampak, mencakup 52.100 kepala keluarga atau 170.760 jiwa.
Kecamatan Sunggal tercatat sebagai wilayah terdampak terparah dengan 13.531 rumah terendam, diikuti Kecamatan Batang Kuis (5.674 rumah) dan Beringin (3.561 rumah).
Selain banjir, longsor juga terjadi di sejumlah lokasi, seperti Desa Buah Nabar, Desa Rumah Kinangkung SP, Desa Suka Maju, dan Desa Bandar Baru di Kecamatan Sibolangit.
Dampak longsor bervariasi mulai dari jalan desa tertimbun, putusnya jembatan, hingga rumah nyaris rubuh.
Upaya penanganan pertama dilakukan Pemkab Deli Serdang dengan membangun 78 dapur umum di wilayah terdampak.
Kecamatan Sunggal menjadi yang terbanyak, yakni 46 titik dapur umum, termasuk 11 titik di Desa Medan Krio.