Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Sabtu (29/11). (foto: Antara)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
MEDAN - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data rekapitulasi korban terdampak bencanabanjir dan longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Hingga pagi Rabu (3/12/2025) pukul 07.15 WIB, tercatat 753 orang meninggal dunia, 650 orang hilang, dan 2.600 orang mengalami luka-luka.
Jumlah pengungsi mencapai 576.300 orang, tersebar di berbagai daerah terdampak di tiga provinsi tersebut.
Bencana ini telah melumpuhkan kehidupan masyarakat, memaksa ribuan orang meninggalkan rumah mereka dan mencari tempat aman.
BNPB juga mencatat kerusakan pada fasilitas umum dan rumah warga: - Jembatan rusak: 299 unit - Fasilitas peribadatan rusak: 129 unit - Fasilitas kesehatan rusak: 9 unit - Fasilitas pendidikan rusak: 323 unit
Sedangkan kerusakan rumah warga tercatat sebagai berikut: - Rusak berat: 3.600 unit - Rusak sedang: 2.100 unit - Rusak ringan: 3.700 unitSecara keseluruhan, jumlah warga terdampak mencapai 3,3 juta jiwa yang tersebar di 50 kabupaten/kota di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
BNPB mengimbau masyarakat tetap waspada, terutama pada daerah rawan banjir dan longsor, serta menghimbau pihak terkait untuk mempercepat bantuan logistik dan evakuasi.
"Bencana ini menunjukkan pentingnya mitigasi risiko, kesiapsiagaan, dan kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana alam," kata Kepala BNPB dalam keterangan resmi.*
(d/ad)
Editor
: Raman Krisna
BNPB Catat 753 Meninggal dan 576 Ribu Pengungsi Akibat Banjir dan Longsor di Sumatera