Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026, Mengapa Indonesia Tak Bisa Menyaksikannya?
JAKARTA Gerhana Matahari Total (GMT) yang diperkirakan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. B
PERISTIWA
Oleh:Junaidi Ibnurrahman.
BANJIR dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November ini bukan sekadar peristiwa alam, melainkan titik kulminasi dari kerusakan lingkungan yang telah berlangsung lama.
Bencana ini adalah cermin besar yang menampilkan wajah relasi kita dengan bumi—relasi yang retak, pincang, dan kehilangan keseimbangan.Baca Juga:
Curah hujan ekstrem mungkin menjadi sebab langsung, namun akar persoalannya jauh lebih dalam. Manusia telah menutup telinga dari pesan ekologis yang diberikan oleh alam itu sendiri.
Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), banjir dan longsor yang terjadi di tiga wilayah bagian barat Indonesia tersebut, telah menelan ratusan korban jiwa, puluhan orang hilang dan ribu orang terpaksa mengungsi.
Dalam pandangan seorang filsuf muslim sekaligus sufi terkemuka abad ke 12, Ibnu 'Arabi, alam adalah manifestasi dari tajalli Ilahi.
Setiap batu, sungai, tanah, pepohonan, dan gunung merupakan bentuk pernyataan Tuhan tentang keberadaan-Nya. Maka merusak alam berarti merusak "teks" yang sedang Tuhan bacakan kepada manusia.
Ketika hutan Aceh gundul, ketika aliran sungai di Sumatera Barat disempitkan demi pembangunan, atau ketika tanah Sumatera Utara kehilangan daya dukungnya akibat eksploitasi, yang rusak bukan hanya ekosistem melainkan keselarasan kosmik.
Bencana kemudian menjadi semacam "reaksi balik" dari ketidakseimbangan wujud itu sendiri.
Bagi Ibnu 'Arabi, bencana bukan hukuman, melainkan isyarat ontologis: alam sedang berbicara, mengingatkan manusia bahwa mereka telah salah memahami posisi sebagai khalifah atau penjaga.
Nampaknya tidak berlebihan jika selama ini "kita lebih sibuk menjadi penguasa daripada penjaga."
Berbicara bencana ekologis, seorang filsuf Muslim kontemporer asal Iran, Seyyed Hossein Nasr, telah lama mengingatkan kita. Nasr melihat akar krisis ekologis pada hilangnya kesadaran sakral dalam memandang dunia.
JAKARTA Gerhana Matahari Total (GMT) yang diperkirakan terjadi pada Rabu, 12 Agustus 2026, tidak dapat diamati dari wilayah Indonesia. B
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana merombak buku pelajaran yang digunakan siswa dari tingkat sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (
PENDIDIKAN
BANDA ACEH Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan sekitar 57 rib
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek) membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mengikuti Prakt
PENDIDIKAN
JAKARTA Buah yang biasa ditemui di pasar dan supermarket ternyata tidak semuanya memiliki bentuk seperti sekarang sejak awal. Sejumlah b
PERTANIAN AGRIBISNIS
ACEH BARAT Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong Pemerintah Kabupaten Aceh
NASIONAL
JAKARTA Pemerintah Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, melakukan aksi bersihbersih dan penataan kawasan di sepanjang Jalan Lapangan Temba
NASIONAL
JAKARTA Komisi III DPR RI menjadwalkan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) untuk membahas proses penyidikan kasus kematian Winda Lorenza G
HUKUM DAN KRIMINAL
GUNUNGSITOLI Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh kepala daerah di Kepulauan Nias segera mengusulkan pro
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kota Medan tidak sekadar menjadi organisa
PEMERINTAHAN