Genangan air di kolong rumah Huntara bagi korban bencana retakan tanah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Jika dibiarkan, kondisi tersebut dikhawatirkan memperburuk kualitas lingkungan dan kesehatan penghuni.
Saat dikonfirmasi, salah seorang koordinator pengelolaan huntara melalui Babinsa Kecamatan Angkola Selatan menyatakan bahwa setelah proses serah terima, tanggung jawab pengelolaan berada di pemerintah desa.
"Karena sudah diserahterimakan, itu menjadi tanggung jawab kepala desa setempat," ujarnya.
Sementara itu, Johannes, salah satu pihak yang disebut bertanggung jawab dalam pengelolaan Huntara Simarpinggan, mengatakan akan melakukan pengecekan di lapangan.
"Kami cek dulu melalui tim di lapangan. Setahu kami hanya di titik itu, lokasi lain masih aman," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah kabupaten terkait langkah penanganan genangan air di kawasan huntara tersebut.*