BREAKING NEWS
Senin, 30 Maret 2026

Belum Genap Seminggu Huntara Simarpinggan Diresmikan, Warga Keluhkan Genangan Air di Kolong Rumah dan Ancaman Kesehatan

Indra Saputra - Kamis, 12 Februari 2026 07:32 WIB
Belum Genap Seminggu Huntara Simarpinggan Diresmikan, Warga Keluhkan Genangan Air di Kolong Rumah dan Ancaman Kesehatan
Genangan air di kolong rumah Huntara bagi korban bencana retakan tanah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI SELATAN – Belum genap sepekan diresmikan, Hunian Sementara (Huntara) bagi korban bencana retakan tanah di Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, menuai keluhan warga.

Genangan air di kolong rumah dinilai berpotensi memicu gangguan kesehatan.

Huntara Simarpinggan tersebut diresmikan pada Kamis, 5 Februari 2026, oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga menjabat Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR).

Baca Juga:

Peresmian turut dihadiri Direktur Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Nilwan Harahap, Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution, serta Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu.

Sekitar 186 kepala keluarga tercatat menempati hunian tersebut.

Namun pada Rabu, 11 Februari 2026, sejumlah warga menyampaikan kekhawatiran atas kondisi lingkungan di sekitar huntara.

Seorang penerima manfaat yang enggan disebutkan namanya mengatakan genangan air di kolong rumah mulai menimbulkan persoalan.

"Sejak diresmikan, kolong rumah selalu digenangi air. Kalau hujan turun sekali saja, air langsung penuh. Nyamuk sudah mulai banyak. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit seperti demam berdarah," ujarnya.

Menurut dia, persoalan drainase sebenarnya telah dilaporkan sebelum peresmian.

Kepala desa setempat, kata dia, telah menyampaikan kondisi tersebut kepada pihak pengelola pembangunan.

Selain itu, jarak sumur bor yang dinilai terlalu dekat dengan hunian juga dikhawatirkan memicu persoalan sanitasi dan aroma tidak sedap.

Warga menilai perencanaan aliran drainase kurang matang sehingga air hujan tidak terkelola dengan baik dan menggenangi area bawah rumah.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polri Pantau Pembangunan Huntap Ruspin di Aceh Tamiang, 14 Unit Sudah Berdiri dan Rangka Baja Mulai Terpasang
Rico Waas Tegaskan Pembangunan Medan 2026 Harus Nyata, Bukan Sekadar Agenda Seremonial
Pemerintah Percepat Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap untuk Korban Bencana Sumatera Agar Tak Lagi Tinggal di Tenda
MS Kaban Heran: Aceh Terdampak Banjir Parah, Tapi Tidak Ada Satupun Perusahaan Dicabut Izin!
Menjelang Ramadan, Seruni dan TP PKK Aceh Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Bencana
Ketua MPR Ahmad Muzani: Ulama Jadi Penjaga Optimisme Rakyat Aceh Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru