BREAKING NEWS
Minggu, 22 Februari 2026

Tiga Bulan Pasca Banjir, Desa Sibio-bio Tapteng Masih Terisolir: Jembatan Putus dan Listrik Masih Padam

Adam - Sabtu, 21 Februari 2026 18:00 WIB
Tiga Bulan Pasca Banjir, Desa Sibio-bio Tapteng Masih Terisolir: Jembatan Putus dan Listrik Masih Padam
Sejumlah warga saat membawa sepeda motor untuk menyeberangi Sungai Muara Sibuntuon, di Tapanuli Tengah, Sabtu (21/2/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPTENG — Sudah hampir tiga bulan pasca bencana banjir bandang yang melanda Desa Sibio-bio, Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, sekitar seribu warga desa tersebut masih terisolir.

Infrastruktur yang rusak parah, termasuk jembatan penghubung dan terputusnya aliran listrik, membuat akses keluar masuk desa menjadi sangat terbatas.

Kepala Desa Sibio-bio, Damianus Zendrato, mengungkapkan bahwa satu-satunya jembatan penghubung desa tersebut dengan Desa Muara Sibuntuon telah terputus akibat bencana tersebut.

Baca Juga:

Akibatnya, warga harus menyeberangi aliran Sungai Muara Sibuntuon untuk keluar dari desa, yang hanya bisa dilakukan saat kondisi air sungai memungkinkan.

"Jembatan penghubung sudah tidak ada lagi. Kalau air sungai sedang tinggi, kami tidak bisa keluar dari desa sama sekali," jelas Damianus, Sabtu (21/2).

Kondisi ini telah berlangsung selama hampir tiga bulan, dan semakin memperburuk kehidupan sehari-hari warga yang terisolir.

Selain masalah akses jalan, warga Desa Sibio-bio juga masih menghadapi kesulitan besar terkait pasokan listrik.

Hingga saat ini, aliran listrik belum pulih sepenuhnya, sehingga warga terpaksa bergantung pada penerangan seadanya di malam hari.

Meski beberapa genset telah dibagikan, jumlahnya masih sangat terbatas, sementara total rumah yang terhuni di desa tersebut mencapai 200 rumah dengan sekitar 1.000 jiwa penghuni.

"Bantuan genset memang ada, tapi sangat terbatas jumlahnya. Banyak rumah yang masih gelap saat malam," kata Damianus.

Bencana banjir bandang yang terjadi beberapa bulan lalu juga telah menewaskan sembilan warga, dua di antaranya sudah ditemukan, sementara tujuh lainnya masih dalam pencarian.

Kendati begitu, warga tetap bertahan dan berusaha memperbaiki kehidupan mereka, meskipun dalam kondisi yang sangat sulit.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hati-Hati! Akun WhatsApp Palsu Mengatasnamakan Sekdakab Tapteng Beredar, Berusaha Menipu Warga
Polri Percepat Pemulihan Pascabanjir, Kapolda Aceh Pantau Langsung Huntap di Simpang Kanan
Pemkab Tapteng Salurkan 94.000 Kg Benih Padi untuk Pulihkan Lahan Pascabanjir
Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
Kementerian Sosial Salurkan Bantuan Jaminan Hidup untuk Korban Banjir dan Longsor di Padangsidimpuan
BRI Salurkan Dana Tunggu Hunian Rp1,8 Juta untuk 418 Warga Desa Hutagodang Terdampak Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru