Dua Penumpang Meninggal Dunia dalam Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo Anggrek di Bekasi
BEKASI Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggre
PERISTIWA
LANGKAT – Gelombang aksi unjuk rasa korban banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, kembali berlanjut. Kali ini, ribuan warga dari Kecamatan Tanjungpura dan sekitarnya turun ke jalan menuntut kejelasan penyaluran bantuan yang dinilai belum merata.
Aksi yang tergabung dalam Forum Masyarakat Korban Banjir Kabupaten Langkat itu digelar di depan Kantor Bupati Langkat, Selasa (21/4/2026). Massa memulai aksi dengan long march dari Alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat sambil membawa spanduk dan poster berisi tuntutan.
Setibanya di lokasi, massa langsung menggelar orasi. Mereka menilai masih banyak warga terdampak banjir yang belum menerima bantuan dari pemerintah, khususnya bantuan dari pusat.Baca Juga:
Aparat kepolisian dari Polres Langkat bersama Satpol PP tampak melakukan pengamanan ketat untuk memastikan aksi berjalan kondusif.
Peserta aksi berasal dari sejumlah wilayah seperti Kecamatan Tanjungpura, Hinai, Gebang, Babalan, hingga Sei Lepan. Mereka menuntut keadilan serta transparansi dalam pendataan penerima bantuan.
Sebanyak 15 perwakilan massa kemudian diterima untuk berdialog langsung dengan Bupati Langkat, Syah Afandin. Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait banyaknya korban banjir yang belum terdata.
Menanggapi hal itu, Syah Afandin mengakui adanya persoalan dalam pendataan. Ia memastikan pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang agar bantuan dapat tepat sasaran.
"Permasalahan ini salah satunya karena data yang belum akurat. Kita akan lakukan pendataan ulang dan saya siap membawa persoalan ini ke Jakarta," tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa penyaluran bantuan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial. Meski begitu, pihaknya berkomitmen untuk terus mengawal aspirasi masyarakat.
Koordinator aksi, Said Abdullah, menyampaikan lima tuntutan utama dalam aksi tersebut. Di antaranya transparansi data penerima bantuan, kejelasan anggaran, pengajuan ulang data korban, pemulihan pascabencana, serta respons cepat pemerintah ke depan.
"Kami juga akan ikut bersama Bupati ke Jakarta untuk menyampaikan langsung kondisi di lapangan," ujarnya.
Usai dialog, massa akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Mereka berharap komitmen pemerintah segera direalisasikan dan bantuan bisa diterima secara merata oleh seluruh korban banjir.*
(mi/dh)
BEKASI Dua orang dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara Kereta Rel Listrik (KRL) dan kereta jarak jauh Argo Bromo Anggre
PERISTIWA
JAKARTA Pelatih asal Korea Selatan, Shin Taeyong, dipastikan kembali ke Indonesia untuk menangani Timnas Football 7 atau minisoccer. Ia a
OLAHRAGA
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat pembekalan mahasiswa Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) untuk menghadapi p
NASIONAL
MEDAN Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan mengumumkan pemberhentian Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (P
POLITIK
BEKASI Kereta Api (KA) Jarak Jauh bertabrakan dengan KRL Commuter Line di sekitar Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin malam, 27 April
PERISTIWA
BINJAI Hanya berhenti beroperasi selama beberapa hari karena viral di media sosial, praktik judi togel yang beralamat di Pasar 2 Titi Pa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejati Sumut) menggeledah kantor Satuan Kerja Perumahan dan Kawas
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) memintai keterangan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumut, P
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan
EKONOMI
MEDAN Mantan Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumatera Utara, Askani, menegaskan tidak terjadi perubahan status Hak G
HUKUM DAN KRIMINAL