BREAKING NEWS
Rabu, 02 September 2026

Dari Ponpes ke Sekolah Lain, Dampak Keracunan MBG dari Satu Dapur SPPG di Sidoarjo Terus Meluas

Nurul - Rabu, 02 September 2026 08:44 WIB
Dari Ponpes ke Sekolah Lain, Dampak Keracunan MBG dari Satu Dapur SPPG di Sidoarjo Terus Meluas
Ratusan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Manbaul Hikam, Sidoarjo yang keracunan usai santap MBG (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO - Sebanyak 431 santri dan santriwati Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Desa Putat, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Selasa (1/9/2026).

Ratusan santri tersebut harus mendapatkan perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan setelah mengalami gejala seperti mual, sakit perut, pusing hingga lemas.

Makanan MBG yang didistribusikan ke Ponpes Manba'ul Hikam berasal dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn dan buah apel.

Baca Juga:

Makanan tiba di pesantren sekitar pukul 11.30 WIB. Sekitar pukul 13.00 WIB, sebanyak 1.000 santri dan santriwati tingkat SMP/MTs hingga SMA/MA menyantap menu tersebut secara bersamaan.

Keluhan mulai muncul beberapa jam kemudian. Salah seorang santri, Ahsan atau Hasan, mengatakan sejumlah rekannya mulai merasakan sakit perut dan harus bolak-balik ke kamar mandi setelah waktu salat Asar.

"Gejalanya mulai habis Asar. Ada yang bolak-balik ke kamar mandi, mengeluh perutnya sakit. Ada yang ke UKS juga," kata Ahsan saat ditemui di RSUD Sidoarjo.

Ketua Asrama Putra Ponpes Manba'ul Hikam, Ferdiansyah, mengatakan laporan mengenai santri yang mengalami mual mulai banyak diterima sekitar pukul 16.00 WIB. Sekitar pukul 16.20 WIB, jumlah santri yang membutuhkan penanganan semakin bertambah.

Karena kapasitas UKS tidak mencukupi, pihak pesantren kemudian merujuk para santri ke sejumlah rumah sakit menggunakan ambulans dan kendaraan operasional.

Sebanyak 431 santri dilaporkan mendapat penanganan medis di sedikitnya tujuh fasilitas kesehatan. Rumah sakit yang menangani korban antara lain RSUD Notopuro Sidoarjo, RS Delta Surya, RS Islam Siti Hajar, RS Pusura, RSU Aisyiyah St Fatimah Tulangan, RS Pusdik Bhayangkara dan RS Arafah Anwar Medika.

Ferdiansyah memastikan seluruh santri yang dirawat telah mendapatkan penanganan medis. Sebagian santri yang kondisinya membaik dan stabil diperbolehkan menjalani rawat jalan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo juga mendirikan posko penanganan medis di area pesantren untuk membantu proses pelayanan kesehatan terhadap para santri.

Wakil Gubernur Jawa Timur sekaligus Kepala Satgas MBG Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memastikan kasus tersebut tidak hanya terjadi di Ponpes Manba'ul Hikam. Keluhan juga dilaporkan terjadi di sejumlah sekolah lain yang menerima pasokan makanan dari SPPG yang sama.

SPPG Kalitengah diketahui mendistribusikan sekitar 2.800 porsi makanan MBG pada hari kejadian ke sejumlah sekolah dari jenjang TK, SD, SMP hingga SMA swasta di wilayah operasionalnya.

"Memang juga ada data yang menunjukkan selain dari pondok pesantren Manba'ul Hikam, ada juga dari sekolah-sekolah lain itu juga mengalami keluhan. Jadi kesamaannya adalah konsumsi dari SPPG yang sama. SPPG Kalitengah, Tanggulangin," kata Emil.

Badan Gizi Nasional (BGN) kemudian menghentikan sementara operasional dapur SPPG Kalitengah untuk kepentingan investigasi dan pengujian sampel makanan.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dan Dinas Kesehatan juga melakukan penelusuran ke sekolah-sekolah penerima pasokan dari SPPG Kalitengah guna memastikan seluruh siswa yang mengalami keluhan mendapatkan penanganan.

Di tengah penanganan kasus tersebut, pemerintah dan pihak pesantren juga membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya korban meninggal dunia.

"Tolong juga tadi ada kabar mohon maaf meninggal, itu tidak betul. Tidak ada yang meninggal. Tidak betul. Tidak ada yang meninggal," tegas Emil.

Emil juga membantah dugaan bahwa para santri mengalami keracunan akibat mengonsumsi makanan dalam kegiatan peringatan Maulid Nabi. Ia menyebut tidak ada makanan lain yang disediakan secara massal selain menu MBG pada saat kejadian.

Hingga kini, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan tersebut masih dalam proses investigasi dan menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
294 Santri Ponpes di Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Ada Korban Meninggal?
Gunung Sinabung Naik Level III, Bobby Nasution: Evakuasi Warga Harus Dipercepat
Heboh Sekolah Tak Libur Saat Darurat Asap demi Dapur MBG, Ini Kata Menkes!
Status Kolonel TNI Terduga Terlibat Korupsi MBG Masih Menggantung, Kejagung Kini Periksa 6 Saksi Baru
Kejagung Dalami Dugaan Korupsi MBG, 7 Saksi dari Lingkungan BGN Diperiksa
Awas Modus Jual Nama Pimpinan Minta Duit Operasional! Kepala BGN Ancam Penjara Pelaku Penipuan Sekaligus Pecat Kepala Dapur Bandel
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru