Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
MEDAN - Banjir kembali merendam permukiman warga di Kelurahan Besar, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan, Sumatera Utara, setelah hujan deras mengguyur sejak Rabu (9/9/2026) malam. Kondisi itu membuat warga harus kembali berhadapan dengan genangan yang selama bertahun-tahun menjadi langganan.
Salah satunya Ruspian (71). Saking seringnya rumahnya kebanjiran, dia mengaku sudah empat kali meninggikan tanah dan lantai rumah sejak tinggal di kawasan tersebut pada 1994.
"Saya sampai 4 kali menaikkan tanah di rumah ini. Untuk meninggikan saja agar tidak kena banjir. Ini baru tinggi 1 meter. Awalnya saya tambah 30 cm, lalu 30 cm lagi, terus naik sampai 1 meter, saya cicil," kata Ruspian, Kamis (10/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Ruspian, upaya meninggikan rumah dilakukan secara bertahap agar air tidak masuk ke dalam bangunan. Namun, genangan tetap terjadi di lingkungan sekitar rumahnya setiap kali hujan deras.
Banjir terbaru di kawasan tersebut mencapai sekitar 60 sentimeter atau setinggi lutut orang dewasa. Ruspian mengatakan air biasanya baru surut setelah sekitar 24 jam. Jika hujan kembali turun, genangan bisa bertahan lebih lama.
Ruspian menduga banjir yang menggenangi permukiman berasal dari luapan air di sekitar Kawasan Industri Medan (KIM). Dia mengatakan kawasan tempat tinggalnya tidak memiliki sungai besar, sementara parit yang ada dinilai terlalu kecil untuk menampung debit air.
"Kalau di tempat saya itu, banjirnya sedengkul. Lebih kurang 60 cm tinggi airnya. Kalau biasanya air ini luapan dari KIM. Sebab paritnya kecil, tumpah, lalu ke rumah penduduk," ujarnya.
Kondisi serupa dialami warga lainnya di Jalan Tangguk Utama. Riama, warga setempat, mengatakan genangan bahkan dapat masuk ke rumah meski hujan yang turun tidak terlalu deras.
"Banjirnya dari semalam pas hujan deras. Jam 11.00 malam sudah mulai banjir. Di sini tanahnya rendah. Walaupun hujan sedikit saja, pasti banjir. Gerimis, banjir sudah semata kaki," kata Riama.
Hingga Kamis sore, air di kawasan tersebut belum juga surut. Aliran air bahkan terlihat deras hingga menyerupai sungai.
Di rumah Riama, ketinggian air telah mencapai lutut. Dia terpaksa memindahkan sejumlah barang ke tempat yang lebih tinggi dan mempertimbangkan untuk mengungsi ke kawasan yang tidak terdampak banjir.
"Di rumah saya banjirnya masuk selutut. Terpaksa kami menaikkan barang ke atas. Inilah lagi berpikir untuk mengungsi di Blok 3 yang tidak banjir," ujarnya.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.