Amran menegaskan rehabilitasi dilakukan dengan skema padat karya agar sekaligus membuka lapangan kerja bagi petani.
"Masyarakat yang sawahnya terdampak ikut bekerja dalam rehabilitasi, dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Ini untuk membantu ekonomi warga di masa sulit," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian untuk tetap berada di wilayah terdampak hingga proses pemulihan tuntas.
"Tidak boleh ada kekosongan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pemulihan harus dipercepat," kata Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pemulihan lahan pertanian.
Menurutnya, langkah tersebut berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan irigasi, pemulihan lahan sawah, penyediaan alat mesin pertanian seperti traktor dan rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana.*