Hadir di lokasi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.
Surya menyebut rehabilitasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.
Berdasarkan data pemerintah provinsi, total lahan sawah rusak di Sumatera Utara mencapai 37.318 hektare akibat bencana alam, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.
Di Kabupaten Tapanuli Tengah sendiri, lahan terdampak mencapai 3.205 hektare.
"Kecamatan Tukka merupakan sentra pertanian rakyat. Kerusakan lahan dan irigasi berdampak langsung pada produktivitas serta pendapatan petani. Groundbreaking ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memulihkan fungsi lahan dan sistem irigasi," kata Surya.
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi.
Menurutnya, pemulihan sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga partisipasi dan gotong royong warga dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.
Bantuan tersebut mencakup benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Amran menegaskan rehabilitasi dilakukan dengan skema padat karya agar sekaligus membuka lapangan kerja bagi petani.
"Masyarakat yang sawahnya terdampak ikut bekerja dalam rehabilitasi, dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Ini untuk membantu ekonomi warga di masa sulit," ujarnya.
Ia juga menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian untuk tetap berada di wilayah terdampak hingga proses pemulihan tuntas.
"Tidak boleh ada kekosongan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pemulihan harus dipercepat," kata Amran.
Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pemulihan lahan pertanian.
Menurutnya, langkah tersebut berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.
Rehabilitasi ini mencakup perbaikan irigasi, pemulihan lahan sawah, penyediaan alat mesin pertanian seperti traktor dan rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana.*