BREAKING NEWS
Minggu, 08 Maret 2026

37 Ribu Hektare Sawah Rusak, Wagub Sumut Mulai Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah

Abyadi Siregar - Jumat, 16 Januari 2026 11:59 WIB
37 Ribu Hektare Sawah Rusak, Wagub Sumut Mulai Rehabilitasi Pascabencana di Tapanuli Tengah
Wagub Sumut Surya didampingi para Bupati/Wabup se-Sumut, memimpin Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana yang dipusatkan di Desa Sigotom Kec.Tukka, Kab. Tapteng, Kamis (15/1/2026). (foto: Diskominfo Sumut/Fahmi Aulia)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPANULI TENGAH — Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan komitmennya memulihkan sektor pertanian yang terdampak bencana alam.

Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya memimpin groundbreaking rehabilitasi lahan sawah di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Kamis, 15 Januari 2026.

Kegiatan tersebut dilakukan secara virtual bersama Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto.

Baca Juga:

Hadir di lokasi Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu serta Staf Ahli Menteri Pertanian Bidang Infrastruktur Pertanian Ali Jamil.

Surya menyebut rehabilitasi ini sebagai langkah strategis untuk memperkuat ketahanan pangan daerah.

Berdasarkan data pemerintah provinsi, total lahan sawah rusak di Sumatera Utara mencapai 37.318 hektare akibat bencana alam, dengan tingkat kerusakan bervariasi dari ringan hingga berat.

Di Kabupaten Tapanuli Tengah sendiri, lahan terdampak mencapai 3.205 hektare.

"Kecamatan Tukka merupakan sentra pertanian rakyat. Kerusakan lahan dan irigasi berdampak langsung pada produktivitas serta pendapatan petani. Groundbreaking ini adalah bentuk komitmen pemerintah untuk memulihkan fungsi lahan dan sistem irigasi," kata Surya.

Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi.

Menurutnya, pemulihan sektor pertanian tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga partisipasi dan gotong royong warga dalam menjaga keberlanjutan hasil pembangunan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa pemerintah pusat telah menyiapkan bantuan senilai Rp78,5 miliar untuk pemulihan sektor pertanian di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bantuan tersebut mencakup benih, pupuk, alat dan mesin pertanian, serta kebutuhan dasar masyarakat terdampak.

Amran menegaskan rehabilitasi dilakukan dengan skema padat karya agar sekaligus membuka lapangan kerja bagi petani.

"Masyarakat yang sawahnya terdampak ikut bekerja dalam rehabilitasi, dan upahnya dibayar oleh pemerintah pusat. Ini untuk membantu ekonomi warga di masa sulit," ujarnya.

Ia juga menginstruksikan jajaran Kementerian Pertanian untuk tetap berada di wilayah terdampak hingga proses pemulihan tuntas.

"Tidak boleh ada kekosongan personel di Aceh, Sumut, dan Sumbar. Pemulihan harus dipercepat," kata Amran.

Sementara itu, Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto mengapresiasi sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam percepatan pemulihan lahan pertanian.

Menurutnya, langkah tersebut berpengaruh langsung terhadap stabilitas ekonomi dan ketahanan pangan nasional.

Rehabilitasi ini mencakup perbaikan irigasi, pemulihan lahan sawah, penyediaan alat mesin pertanian seperti traktor dan rotavator, serta pembangunan kembali jalan usaha tani di wilayah terdampak bencana.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BPS Kirim 60 Mahasiswa STIS untuk Bantu Pendataan Pascabencana di Sumatera
KUR BRI 2026, Solusi Modal UMKM dengan Angsuran Ringan Rp2,1 Juta/Bulan
Bapanas Catat Penurunan Harga Pangan Strategis, Konsumen Bisa Bernafas Lega
Setelah Cetak Rekor Tertinggi, Harga Emas Antam Turun Rp 6.000/Gram Hari Ini
Pemerintah Gelontorkan Rp 59 Miliar untuk Rehabilitasi Pertanian Pasca Bencana di Sumatera, Petani Tapteng Siap Dilibatkan Padat Karya
Pemkab Tapteng Libatkan Mahasiswa STIS Jakarta untuk Pendataan Rehabilitasi Pascabencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru