BREAKING NEWS
Kamis, 18 Juni 2026

30 Hektare Sawah Tertimbun Pasir Pascabanjir di Tapanuli Utara, Petani Khawatir Musim Tanam Gagal

Abyadi Siregar - Selasa, 07 April 2026 07:55 WIB
30 Hektare Sawah Tertimbun Pasir Pascabanjir di Tapanuli Utara, Petani Khawatir Musim Tanam Gagal
Kondisi lahan persawahan di Desa Sibulan-bulan yang tertutup material pasir dan lumpur setelah diterjang banjir besar pada akhir November 2025. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TAPUT – Sekitar 30 hektare lahan persawahan di Desa Sibulan-bulan, Kecamatan Purbatua, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara, masih belum bisa difungsikan setelah diterjang banjir besar pada akhir November 2025.

Lahan pertanian yang tersebar di tiga titik – Saba Tolong, Raisan, dan Saba Aek Bulan-bulan – kini tertutup material pasir dan lumpur, membuat aktivitas tanam padi warga terhenti.


"Sudah lebih dari tiga bulan sejak banjir, tapi belum ada langkah nyata dari pemerintah untuk membersihkan sawah kami," kata Boru Panjaitan, Senin (6/4/2026).

Baca Juga:

Akibat kondisi ini, petani kehilangan sumber penghasilan utama mereka. Meski demikian, warga mulai mendapat kabar bahwa perbaikan akan segera dilakukan.

"Katanya akan ditangani TNI. Informasinya akan ada pengerukan dalam waktu dekat," ujarnya.

Banjir yang merusak sawah di Desa Sibulan-bulan merupakan bagian dari bencana besar yang melanda Taput pada November 2025.

Luapan Sungai Batangtoru yang dipicu hujan ekstrem membawa pasir, lumpur, dan kayu dari hulu.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, bencana ini menewaskan 36 orang dan memaksa 1.197 warga mengungsi.

Selain sektor pertanian, infrastruktur juga terdampak parah.

Jembatan penghubung nasional Tarutung–Sipirok di Kecamatan Purbatua sempat terputus, puluhan rumah warga terendam hingga ketinggian empat meter, dan banyak lahan persawahan mengalami gagal panen.

Warga berharap percepatan pengerukan dan pemulihan sawah agar musim tanam berikutnya tidak terlewat.

"Kalau tidak segera ditangani, kami takut musim tanam selanjutnya kembali gagal," kata Boru Panjaitan.

Penanganan yang cepat dan tuntas menjadi kunci agar aktivitas pertanian di Taput dapat kembali normal, sekaligus memulihkan perekonomian masyarakat yang bergantung pada sawah.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Medan Siapkan Rusun untuk Warga Pinggiran Sungai, Wakil Wali Kota Zakiyuddin: Hunian Layak sekaligus Atasi Banjir
Gubernur Bobby Nasution Dorong Bank Sumut Naik Kelas, Kejar KBMI 2 dengan Modal Rp6 Triliun
VIRAL! Kantor Lurah Kwala Bingai Diduga Tutup Saat Jam Kerja, Warga Desak Bupati Langkat Bertindak Tegas
Fakta Sidang: Pria di Medan Bekap Istri hingga Tewas usai Cekcok
Kapolda Aceh Ikut Rapat Paripurna, DPR Bahas Kinerja Pemerintah 2025
Peran Masing-masing Prajurit TNI di Kasus Kacab Bank Terkuak di Pengadilan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru