BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

Ekspor Pupuk RI Tembus Australia, Prabowo Dapat Ucapan Terima Kasih Langsung dari PM Albanese

Adelia Syafitri - Jumat, 15 Mei 2026 17:38 WIB
Ekspor Pupuk RI Tembus Australia, Prabowo Dapat Ucapan Terima Kasih Langsung dari PM Albanese
Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese. (foto: Setneg)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menghubungi Presiden Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas persetujuan ekspor pupuk urea dari Indonesia ke Australia.

Komunikasi tersebut disebut menjadi sinyal menguatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok pangan global.

Amran mengatakan, percakapan tingkat kepala pemerintahan itu terjadi di tengah dimulainya ekspor perdana pupuk urea ke Australia dari Dermaga Bontang, Kalimantan Timur, Kamis (14/5/2026).

Baca Juga:

Ekspor tersebut merupakan bagian dari kerja sama Government to Government (G2G) antara Indonesia dan Australia di sektor pupuk.

"Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia," ujar Amran dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Ekspor perdana yang dilepas mencapai 47.250 ton pupuk urea.

Total komitmen kerja sama disebut mencapai 250.000 ton dan berpotensi meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai sekitar Rp 7 triliun.

Amran menyebut kerja sama ini tidak hanya bersifat perdagangan, tetapi juga bagian dari strategi diplomasi pangan Indonesia di kawasan Asia Pasifik.

Menurut dia, Indonesia kini mulai dipandang sebagai salah satu pemasok penting dalam sektor pupuk global.

"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia," kata dia.

Meski demikian, Amran menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk dalam negeri.

Ia menyebut kapasitas produksi nasional masih surplus sehingga memungkinkan adanya ekspor tanpa mengganggu pasokan petani domestik.

Produksi urea nasional pada 2026 ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik diperkirakan sekitar 6,3 juta ton.

Dengan demikian, terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton yang dapat dialokasikan untuk pasar ekspor.

"Pengiriman urea ke Australia bukan sekadar aktivitas perdagangan, tetapi bagian dari diplomasi pangan Indonesia di tengah tantangan global," ujar Amran.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tekan Angka Pengangguran, Disnaker Medan Fasilitasi 1.017 Warga Kerja ke Luar Negeri dalam Lima Bulan
Prabowo Bakal Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Ini Agendanya Besok
PM Australia Telepon Prabowo, Ucapkan Terima Kasih atas Ekspor Pupuk Indonesia
Harga Cabai Rawit Tembus Rp77 Ribu/kg, Telur Ayam Rp32 Ribu: Ini Daftar Lengkapnya
Prabowo Mau Pangkas Regulasi, Demokrat Usul Izin Investasi Satu Atap
Kapolda Metro Jaya Resmi Naik Pangkat Jadi Komjen, Kapolri Sebut Arahan Presiden Prabowo
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru