BREAKING NEWS
Jumat, 15 Mei 2026

PM Australia Telepon Prabowo, Ucapkan Terima Kasih atas Ekspor Pupuk Indonesia

Johan - Jumat, 15 Mei 2026 11:28 WIB
PM Australia Telepon Prabowo, Ucapkan Terima Kasih atas Ekspor Pupuk Indonesia
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres.)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Perdana Menteri Australia Anthony Albanese melakukan komunikasi telepon dengan Presiden RI Prabowo Subianto untuk menyampaikan apresiasi atas persetujuan Indonesia dalam ekspor pupuk urea ke Australia. Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral kedua negara di sektor pangan dan pertanian.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, Albanese secara langsung menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prabowo atas kebijakan ekspor tersebut.

"Perdana Menteri Australia menelepon Bapak Presiden Prabowo mengucapkan terima kasih karena Indonesia menyetujui ekspor pupuk ke Australia," ujar Amran dalam keterangan resmi, Jumat (15/5/2026).

Baca Juga:

Ekspor pupuk urea ini merupakan bagian dari skema kerja sama Government-to-Government (G2G) antara Indonesia dan Australia. Pada tahap awal, ekspor yang dilepas mencapai 47.250 ton dari total komitmen awal sebesar 250.000 ton.

Ke depan, volume ekspor tersebut ditargetkan meningkat hingga 500.000 ton dengan nilai mencapai sekitar Rp 7 triliun.

Amran menyebut kerja sama ini menjadi catatan penting karena Indonesia untuk pertama kalinya mengekspor pupuk dalam jumlah besar ke beberapa negara, termasuk Australia.

"Ini mencetak sejarah, karena kita akan mengekspor pupuk ke beberapa negara termasuk Australia," ujarnya.

Meski membuka ekspor, pemerintah memastikan kebutuhan pupuk dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Indonesia disebut masih memiliki surplus produksi urea sehingga ekspor tidak mengganggu pasokan petani nasional.

Saat ini, produksi urea nasional ditargetkan mencapai 7,8 juta ton, sementara kebutuhan domestik sekitar 6,3 juta ton, sehingga terdapat surplus sekitar 1,5 juta ton.*

(k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil Tegaskan Belum Ada Kerja Sama Nikel G2G RI-Filipina, Buka Peluang Jalur B2B
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru