BREAKING NEWS
Jumat, 10 Juli 2026

Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis, Produksi Padi Diprediksi Naik 720 Ribu Ton per Tahun

Dharma - Jumat, 10 Juli 2026 18:43 WIB
Prabowo Resmikan Lima Bendungan Strategis, Produksi Padi Diprediksi Naik 720 Ribu Ton per Tahun
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dalam peresmian lima bendungan strategis secara serentak yang dilakukan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, NTB pada Jumat, 10 Juli 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

LOMBOK BARAT — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan strategis secara serentak pada Jumat, 10 Juli 2026.

Peresmian dilakukan di Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan pangan, ketersediaan air, dan energi nasional.

Kelima bendungan yang diresmikan tersebut didukung jaringan irigasi sepanjang sekitar 280 kilometer yang diproyeksikan mampu melayani hampir 40.000 hektare lahan pertanian di berbagai wilayah Indonesia.

Baca Juga:

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengatakan, keberadaan bendungan tersebut akan memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian nasional.

Dengan dukungan sistem irigasi yang terintegrasi, pemerintah memperkirakan tambahan produksi padi dapat mencapai sekitar 720.000 ton per tahun.

"Jadi, dari kelima bendungan ini Insya Allah kita akan mendapatkan kurang lebih 720.000 ton padi per tahun," kata Dody dalam siaran langsung Sekretariat Presiden.

Menurut Dody, pengelolaan air menjadi faktor penting dalam mendukung program swasembada pangan, energi, dan penyediaan air bagi masyarakat.

Air yang ditampung melalui bendungan harus benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan produktif, mulai dari mengairi sawah, menyediakan air baku, mendukung pembangkit energi, hingga mengurangi risiko banjir.

"Bendungan adalah hulu dari layanan itu, manfaatnya baru lengkap ketika air tersebut benar-benar bisa diterima oleh para petani, keluarga, dan masyarakat sekitar," ujar Dody.

Dody menjelaskan, pembangunan lima bendungan tersebut berlangsung dalam kurun waktu 2015 hingga 2025.

Infrastruktur tersebut tersebar di sejumlah wilayah, yakni Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Aceh.

Lima bendungan yang diresmikan meliputi Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah; Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, NTB; Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Bali; Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara; serta Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Aceh.

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kejati Sumut Belum Dapat Perintah Usut Dugaan Penyelewengan MBG
Tak Lagi Sebatas Kampanye! PHI Luncurkan GEMAS, Gerakan Baru Kurangi Sampah Plastik dan Perkuat Budaya Peduli Lingkungan
Bendungan Rukoh Diresmikan Presiden Prabowo, Aceh Bersiap Perkuat Ketahanan Pangan dan Pertanian
Prabowo Silahkan TNI-Polri Awasi Dapur MBG: Jangan Ngerjain, Jangan Minta Setoran!
Investasi di Indonesia Meningkat, Tapi Lapangan Kerja Menurun, Apa Penyebabnya?
Prabowo Minta TNI, Polri, Jaksa Introspeksi Diri: Bintang dan Sepatumu dari Rakyat!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru