BREAKING NEWS
Senin, 13 Juli 2026

Pemulihan Pertanian Pascabencana di Aceh Capai 32 Persen, Gerakan Tanam Perdana Dimulai di Aceh Tamiang

Raman Krisna - Senin, 13 Juli 2026 08:16 WIB
Pemulihan Pertanian Pascabencana di Aceh Capai 32 Persen, Gerakan Tanam Perdana Dimulai di Aceh Tamiang
Gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh, Minggu (5/7/2026). (Foto: Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TAMIANGPemulihan sektor pertanian di wilayah Aceh yang terdampak bencana hidrometeorologi terus menunjukkan perkembangan positif.

Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan mempercepat program pemulihan lahan sawah agar aktivitas pertanian masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Hingga awal Juli 2026, realisasi program optimalisasi lahan telah mencapai 32 persen.

Baca Juga:

Program tersebut menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi di 18 kabupaten/kota terdampak bencana di Aceh.

Momentum pemulihan ditandai dengan pelaksanaan gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Minggu (5/7/2026).

Kegiatan ini menjadi simbol dimulainya kembali aktivitas pertanian sekaligus upaya pemerintah mengembalikan produktivitas lahan dan memperkuat ketahanan pangan di daerah terdampak.

Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir yang mewakili Gubernur Aceh H. Muzakir Manaf mengatakan bencana hidrometeorologi telah memberikan dampak besar terhadap sektor pertanian di Aceh.

Menurutnya, sekitar 57.364 hektare lahan sawah dan 60.438 hektare lahan perkebunan terdampak bencana.

Kabupaten Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah akibat banjir yang membawa lumpur dan material lainnya.

Meski demikian, proses pemulihan terus mengalami kemajuan. M. Nasir mengatakan progres optimalisasi lahan yang telah mencapai 32 persen merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam melaksanakan pemulihan lahan pertanian di 18 kabupaten/kota.

"Kami berterima kasih kepada Menteri Pertanian dan seluruh jajaran Kementerian Pertanian yang bergerak cepat membantu petani kita. Pemulihan ini menjadi prioritas utama agar roda perekonomian masyarakat kembali normal," ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, proses pemulihan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat kerusakan lahan.

Penanganan diawali melalui optimalisasi lahan untuk sawah yang mengalami kerusakan ringan, dilanjutkan rehabilitasi pada lahan dengan kerusakan sedang, hingga pengolahan lahan setelah seluruh pekerjaan konstruksi selesai sehingga lahan dapat kembali ditanami.

Selain memulihkan lahan pertanian, pemerintah juga memperkuat infrastruktur pendukung agar proses produksi dan distribusi hasil pertanian dapat berjalan lebih baik.

Berbagai program yang dilakukan antara lain pembangunan dan rehabilitasi sistem irigasi pemompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi, jaringan irigasi tersier, serta Jalan Usaha Tani yang menjadi akses utama bagi petani.

M. Nasir menyampaikan apresiasi kepada Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera, Menteri Pertanian Amran Sulaiman beserta jajaran Kementerian Pertanian, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, Kodam Iskandar Muda, kelompok tani, serta seluruh pihak yang terus bergotong royong mempercepat pemulihan sektor pertanian.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar lahan yang terdampak banjir dapat kembali produktif dan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.

Gerakan tanam padi perdana di Aceh Tamiang menjadi awal dimulainya kembali musim tanam di kawasan terdampak bencana.

M. Nasir mengajak para petani memanfaatkan momentum tersebut dengan mengoptimalkan musim tanam, menjaga semangat gotong royong, serta mengikuti arahan pemerintah dan pemangku adat setempat.

"Tanam perdana hari ini bukan sekadar rutinitas menaburkan benih, melainkan simbol bahwa petani kita tetap kuat, semangat, dan optimis dalam menjaga pasokan pangan di Aceh tetap aman," ujarnya.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bayi Perempuan Ditemukan Mengapung di Sungai Arakundo, Polres Aceh Timur Lakukan Penyelidikan
Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Kicau Mania Kapolresta Cup 2026 di Banda Aceh Perebutkan Hadiah Rp40 Juta
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 13 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Senam Bersama di Banda Aceh, Sekda M. Nasir Ajak Warga Sukseskan Sensus Ekonomi 2026
Dua Polisi Samosir Diduga Jadi Pengedar Sabu, Kapolres Buka Suara
PTPN I Regional 1 Ungkap Dugaan Galian C Ilegal Berkedok Program Cetak Sawah di Lahan HGU Deli Serdang
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru