Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Menurut dia, kondisi tersebut membuat penanganan irigasi belum maksimal karena anggaran lebih banyak diarahkan untuk menangani persoalan yang dianggap mendesak, seperti banjir dan longsor.
"Yang mungkin, selama ini begitu kemarin digabung menjadi Dinas PUPR, kita tanya kawan-kawan. Tahun lalu berapa kegiatan kita?. Mereka sampaikan hanya Rp 20 miliar. Bagaimana yang Rp 20 miliar ini. Jadi, kita tanya hanya menangani yang prioritas-prioritas yang ada longsor, yang ada banjir," jelas Gibson.
Setelah berdiri terpisah dari Dinas PUPR Sumut, Dinas SDA kini mengelola anggaran sekitar Rp689 miliar pada 2026.
Anggaran tersebut digunakan untuk menangani pembangunan dan peningkatan daerah irigasi di sejumlah wilayah Sumut.
Gibson mengatakan terdapat sekitar 20 hingga 21 daerah irigasi yang menjadi sasaran program tahun ini.
Pembangunan tersebut ditargetkan mampu menambah sekitar 5.050 hektare lahan pertanian produktif.
"Belum kita menyentuh yang tadi yang Bapak sampaikan itu masih banyak lahan yang produktif di Sumatera Utara ini yang kita tidak sentuh akibat minimnya anggaran. Tapi dengan sekarang ini sesudah pemisahan dari Dinas PUPR, kita mengelola anggaran kurang lebih 689 miliar, kita sudah bisa bergerak," kata Gibson.
Ia mengatakan sebagian besar pekerjaan telah memiliki kontrak dan ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026.
"Tahun ini, kita menangani 21 atau 20 daerah irigasi yang akan menambah lahan pertanian yang produktif dari 36.000 bertambah 5.050 hektar tahun ini. Kita berdua karena ini rata-rata sudah berkontrak, sampai bulan 12. Kita berharap di tahun depan, maka lahan produktif pertanian kita dari 36.000 akan bertambah 5.050 hektar maka menjadi 41.000 hektar," sebut Gibson kembali.
Dengan tambahan tersebut, luas lahan pertanian produktif yang mendapat dukungan jaringan irigasi di Sumut ditargetkan meningkat dari sekitar 36 ribu hektare menjadi sekitar 41 ribu hektare.
Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki jaringan irigasi yang sudah ada, tetapi juga membuka potensi lahan yang selama ini belum optimal untuk kegiatan pertanian.* (vv/ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.