BREAKING NEWS
Kamis, 27 Agustus 2026

Dinas SDA Sumut Genjot Irigasi, 5.050 Hektare Lahan Pertanian Ditargetkan Jadi Produktif

Johan - Rabu, 26 Agustus 2026 12:21 WIB
Dinas SDA Sumut Genjot Irigasi, 5.050 Hektare Lahan Pertanian Ditargetkan Jadi Produktif
Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan. (foto: Dok. Dinas SDA Provsu)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

MEDAN — Dinas Sumber Daya Air (SDA) Sumatera Utara mengoptimalkan peningkatan saluran pada Daerah Irigasi (DI) di sejumlah wilayah.

Program ini ditujukan untuk memperluas lahan pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Sumatera Utara.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas SDA Sumut, Gibson Panjaitan, mengatakan Dinas SDA ingin memastikan potensi daerah irigasi yang selama ini belum produktif dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian.

Baca Juga:

Hal itu disampaikan Gibson dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Kota Medan, Rabu, 26 Agustus 2026.

Ia mengatakan program yang dijalankan Dinas SDA Sumut tidak hanya berfokus pada perbaikan irigasi yang mengalami kerusakan.

"Untuk berkelanjutan bahwa Dinas Sumber Daya Air itu hadir di tengah-tengah kita, bagaimana memastikan daya-daya yang selama ini belum produktif?. Jadi jangan kita itu, hanya sebatas memperbaiki daerah irigasi, yang rusak-rusak saja," kata Gibson.

Gibson mengatakan peningkatan saluran daerah irigasi merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC), salah satu program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara pada 2026.

Menurut dia, Sumut memiliki potensi daerah irigasi permukaan dan rawa sekitar 113 ribu hektare.

Namun, dari jumlah tersebut, baru sekitar 36 ribu hektare yang masih produktif dan dikelola masyarakat.

"Tapi ini, yang pasti, dari dari jumlah daerah irigasi kita, baik itu daerah irigasi permukaan, baik itu juga daerah irigasi rawa, kurang lebih 113.000 hektar, untuk saat ini yang masih produktif itu dikelola oleh masyarakat masih 36.000 hektar," jelas Gibson.

Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pemerintah untuk meningkatkan pemanfaatan lahan melalui pembangunan dan perbaikan jaringan irigasi.

Gibson mengatakan pengelolaan sumber daya air sebelumnya tergabung dengan Dinas PUPR Sumut.

Menurut dia, kondisi tersebut membuat penanganan irigasi belum maksimal karena anggaran lebih banyak diarahkan untuk menangani persoalan yang dianggap mendesak, seperti banjir dan longsor.

"Yang mungkin, selama ini begitu kemarin digabung menjadi Dinas PUPR, kita tanya kawan-kawan. Tahun lalu berapa kegiatan kita?. Mereka sampaikan hanya Rp 20 miliar. Bagaimana yang Rp 20 miliar ini. Jadi, kita tanya hanya menangani yang prioritas-prioritas yang ada longsor, yang ada banjir," jelas Gibson.

Setelah berdiri terpisah dari Dinas PUPR Sumut, Dinas SDA kini mengelola anggaran sekitar Rp689 miliar pada 2026.

Anggaran tersebut digunakan untuk menangani pembangunan dan peningkatan daerah irigasi di sejumlah wilayah Sumut.

Gibson mengatakan terdapat sekitar 20 hingga 21 daerah irigasi yang menjadi sasaran program tahun ini.

Pembangunan tersebut ditargetkan mampu menambah sekitar 5.050 hektare lahan pertanian produktif.

"Belum kita menyentuh yang tadi yang Bapak sampaikan itu masih banyak lahan yang produktif di Sumatera Utara ini yang kita tidak sentuh akibat minimnya anggaran. Tapi dengan sekarang ini sesudah pemisahan dari Dinas PUPR, kita mengelola anggaran kurang lebih 689 miliar, kita sudah bisa bergerak," kata Gibson.

Ia mengatakan sebagian besar pekerjaan telah memiliki kontrak dan ditargetkan berlangsung hingga Desember 2026.

"Tahun ini, kita menangani 21 atau 20 daerah irigasi yang akan menambah lahan pertanian yang produktif dari 36.000 bertambah 5.050 hektar tahun ini. Kita berdua karena ini rata-rata sudah berkontrak, sampai bulan 12. Kita berharap di tahun depan, maka lahan produktif pertanian kita dari 36.000 akan bertambah 5.050 hektar maka menjadi 41.000 hektar," sebut Gibson kembali.

Dengan tambahan tersebut, luas lahan pertanian produktif yang mendapat dukungan jaringan irigasi di Sumut ditargetkan meningkat dari sekitar 36 ribu hektare menjadi sekitar 41 ribu hektare.

Program ini diharapkan tidak hanya memperbaiki jaringan irigasi yang sudah ada, tetapi juga membuka potensi lahan yang selama ini belum optimal untuk kegiatan pertanian.* (vv/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
45 SPPG di Sumut Disuspend BGN, Ini Daftar Lengkapnya!
Ancaman Cuaca Ekstrem, BPBD Simalungun Minta Kecamatan hingga Nagori Waspadai Banjir dan Longsor
Uang Rp4 Miliar Ditemukan di Rumahnya, Kadis PUPR Bengkulu Diperiksa KPK
Calon Gubernur BI Destry Damayanti Ungkap Tiga Misi untuk Perkuat Ekonomi Indonesia, Usung “Sinergi Merah Putih”
Spanduk Tolak Kedatangan Jokowi Bermunculan di Tangerang, Begini Respons PSI
Pigai Tantang Budi Arie Bertarung Fair di Pemilu 2029: Kami Juga Petarung!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru