Malam Mencekam di Ujung Tanjung: Komplotan Begal Sekap 10 Pemuda, 3 Pelaku Ditangkap Warga
TANJUNGBALAI Sebuah komplotan begal yang membawa senjata api dan senjata tajam menyekap sepuluh pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANGSIDIMPUAN — Kabar yang menyebut Ketua DPRD Tapanuli Selatan (Tapsel) Rahmat Nasution dan mantan Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) di Medan dipastikan tidak benar alias hoaks.
Kedua tokoh publik tersebut telah memberikan klarifikasi langsung kepada awak media pada Jumat (27/6/2025) dan menegaskan bahwa mereka dalam kondisi sehat serta tetap menjalankan aktivitas seperti biasa.
Rahmat Nasution, yang juga politisi Partai Golkar, mengaku tidak terpengaruh oleh kabar tersebut.
Ia menanggapi santai isu penangkapannya dan menyebut bahwa hoaks seperti ini akan sirna seiring waktu.
"Alhamdulillah, hari ini saya masih bisa menikmati kopi buatan istri di rumah, seperti biasanya," ujarnya kepada media.
Rahmat mengatakan dirinya tidak merasa perlu memberikan bantahan berlebihan.
Ia juga menyatakan masih berada di wilayah Tapsel dan terbuka untuk bertemu siapa saja.
"Hoaks seperti ini biasanya akan menguap sendiri. Saya tetap berada di kota, dan bagi yang rindu ngopi, saya tunggu di tempat biasa," tambahnya.
Sementara itu, mantan Bupati Tapsel dua periode, Syahrul M. Pasaribu, juga membantah keras kabar keterlibatannya dalam OTT KPK.
Ia mengatakan bahwa masih aktif berkomunikasi dengan keluarga dan kolega.
"Kalau memang saya ditangkap KPK, apa mungkin saya masih bisa menjawab telepon? Sampai saat ini saya masih aktif menerima panggilan," tegasnya dari kediamannya di Kota Padangsidimpuan.
Syahrul juga mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh berita yang belum terverifikasi dan meminta warga untuk lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial.
"Sebelum percaya, pastikan dulu kebenarannya. Jangan sampai terjebak hoaks yang bisa merugikan orang lain," pesannya.
Sebelumnya, sejumlah media online mengabarkan bahwa Rahmat Nasution dan Syahrul Pasaribu disebut ikut terjaring OTT KPK bersama seorang pimpinan PT DNG berinisial AP alias K, yang berkantor di Jalan Teratai, Kelurahan Ujungpadang, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan.
Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari KPK yang mengonfirmasi keterlibatan kedua tokoh tersebut.
Klarifikasi ini sekaligus menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyebarkan informasi, demi menjaga reputasi dan ketenangan masyarakat.*
TANJUNGBALAI Sebuah komplotan begal yang membawa senjata api dan senjata tajam menyekap sepuluh pemuda di kawasan Ujung Tanjung, Pasiran
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi DKI Jakarta kembali menyelenggarakan kegiatan sosial PWI Jaya Berbagi 2026, Jumat (13
NASIONAL
MEDAN Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Brigjen Pol. Sonny Irawan, bersama Kepala Kantor Wilayah Perum Bulog Sumut, Budi Ca
EKONOMI
BATUBARA Dugaan praktik mafia Crude Palm Oil (CPO) ilegal kembali mencuat di Kabupaten Batubara, Sumatera Utara. Beberapa gudang penampu
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Polda Aceh menggelar kegiatan pasar murah dalam rangka Gerakan Pangan Murah Polri Serentak di halaman Masjid Baitusshalihin U
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Kapolres Padangsidimpuan memimpin apel gelar pasukan dengan kekuatan penuh untuk mengamankan perayaan Idul Fitri 1447 H
NASIONAL
MEDAN Dua kepala lingkungan (kepling) di Kota Medan, Sumatera Utara, ditangkap polisi karena diduga menjadi bandar narkoba. Kedua pejaba
HUKUM DAN KRIMINAL
NIAS SELATAN Gempa bumi berkekuatan magnitudo 3,2 mengguncang Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Jumat siang, 13 Maret 2026, p
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa proses restrukturisasi utang proyek Kereta Cepat JakartaBandung (KCJB
EKONOMI
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membuka opsi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 di atas
EKONOMI