Pemerintah Alokasikan Rp1,77 Triliun agar Biaya Haji 2026 Tidak Naik
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,77 triliun dari APBN untuk menahan kenaikan biaya haji 2026 di tengah lonjakan harga av
EKONOMI
JAKARTA — Serangan naratif dan tuduhan sepihak terhadap Penasehat Khusus Presiden RI Bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, menuai sorotan dari berbagai kalangan.
Salah satunya datang dari analis politik dan pemerhati sosial, Nasky Putra Tandjung, yang menilai bahwa berbagai opini negatif yang tersebar di ruang publik merupakan bentuk framing tidak proporsional dan berpotensi bermuatan politis.
Menurut Nasky, opini-opini yang berkembang tidak hanya berangkat dari informasi yang belum terverifikasi, tetapi juga terkesan diarahkan untuk mendiskreditkan pribadi maupun peran strategis Jenderal Dudung dalam pemerintahan saat ini.
"Framing seperti ini merupakan bentuk pencampuran informasi yang tidak relevan demi membentuk persepsi publik sesuai kepentingan pihak tertentu. Ini berbahaya karena tidak berdasarkan bukti atau data yang sahih," ujar Nasky dalam keterangannya, Selasa (5/8/2025) di Jakarta.
Nasky yang juga Founder Nasky Milenial Center mengajak masyarakat untuk bersikap kritis dan tidak mudah terbawa oleh narasi yang menyesatkan.
Ia menegaskan pentingnya menjaga akal sehat dalam menyikapi dinamika politik, sembari tetap menghargai kritik konstruktif dalam semangat demokrasi.
"Narasi sesat dan framing jahat hanya akan menimbulkan kegaduhan dan salah kaprah di tengah masyarakat. Kita butuh suasana yang tenang dan fokus dalam membangun bangsa," lanjutnya.
Terkait isu program rumah prajurit TNI AD yang kembali mencuat, Nasky menjelaskan bahwa kebijakan tersebut bukanlah inisiatif Jenderal Dudung, melainkan program yang telah berjalan sejak masa kepemimpinan sebelumnya.
Justru, menurutnya, saat menjabat sebagai Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal Dudung melakukan penataan dan penyelesaian atas kebijakan tersebut agar lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kesejahteraan prajurit.
"Beliau sangat konsisten memperjuangkan kesejahteraan prajurit. Salah satu buktinya adalah keberhasilan dalam pembangunan 1.020 unit Rumah Dinas Type K-45, 62 unit Type K-70, dan 9 unit Rusun pada tahun 2021," jelas Nasky.
Nasky juga mengingatkan bahwa dalam konteks politik global, strategi menyerang tokoh-tokoh kunci pemerintahan atau yang memiliki peran penting dalam struktur kekuasaan dikenal sebagai decapitation strategy.
Strategi ini, lanjutnya, acap kali digunakan untuk melemahkan fondasi kekuasaan secara tidak langsung.
JAKARTA Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp1,77 triliun dari APBN untuk menahan kenaikan biaya haji 2026 di tengah lonjakan harga av
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan segera mengambil sumpah hakim konstitusi pengganti Anwar Usman serta anggota Ombudsman RI da
NASIONAL
JAKARTA Bank Indonesia (BI) akan menyetorkan sisa surplus anggaran tahun buku 2025 sebesar Rp40 triliun kepada pemerintah. Dana tersebut a
EKONOMI
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menggeledah sejumlah kantor perusahaan terkait kasus dugaan korupsi pengelolaan tambang yang menjerat p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk merespons kenaikan harga bahan baku plastik yang dipicu dinamika geopolitik
EKONOMI
BEKASI Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi memulai Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN) Batch I Tahun 2026. Lebih dari
NASIONAL
MEDAN Tim Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumut FC optimistis meraih kemenangan saat menghadapi MSJC dalam laga pembuka Pekan Ol
OLAHRAGA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan meresmikan pabrik mobil listrik di Magelang, Jawa Tengah, pada Kamis (9/4/2026). Peresmian i
NASIONAL
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) meyakini adanya pihak lain yang terlibat dalam kasus penyiraman air keras terhadap
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengusut kasus dugaan pemerasan yang melibatkan mantan Kepala Kejaksaan Negeri Hulu Sunga
HUKUM DAN KRIMINAL