BREAKING NEWS
Sabtu, 07 Maret 2026

PDIP Didesak Tindak Tegas Deddy Sitorus Usai Pernyataan “Rakyat Jelata” Tuai Sorotan Publik

Abyadi Siregar - Selasa, 02 September 2025 15:24 WIB
PDIP Didesak Tindak Tegas Deddy Sitorus Usai Pernyataan “Rakyat Jelata” Tuai Sorotan Publik
Deddy Sitorus, salah satu kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). (foto: tangkapan layar ig didin_darma)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Influencer sekaligus aktivis diaspora, Salsa Erwina Hutagalung, turut menyuarakan desakannya agar PDIP mengambil langkah yang lebih tegas terhadap Deddy Sitorus.

Melalui akun Instagram pribadinya, @salsaer, Salsa menyebut bahwa partai politik lain sudah menunjukkan tanggung jawab moral terhadap publik dengan menonaktifkan kadernya yang dianggap melukai perasaan masyarakat.

Ia berharap PDIP dapat mengambil keputusan yang bahkan lebih tegas dari sekadar penonaktifan.

"Jangan hanya dinonaktifkan. Tapi juga ada konsekuensi yang jelas, transparan, dan tidak normatif. Jika perlu, diberhentikan dari keanggotaan partai dan parlemen," ujarnya.

Menanggapi viralnya potongan video dari acara televisi "Kontroversi", Deddy Sitorus melalui media sosialnya memberikan klarifikasi.

Ia menyebut bahwa pernyataannya telah diedit dan disalahartikan oleh sejumlah pihak.

Menurut Deddy, video yang beredar tidak menampilkan keseluruhan konteks diskusi saat itu.

Ia mengaku tengah merespons pertanyaan host yang membandingkan gaji anggota DPR dengan pekerja berpenghasilan UMR.

Perbandingan tersebut, kata Deddy, dinilainya tidak setara.

"Jika ingin membandingkan gaji DPR, bandingkanlah dengan pejabat lembaga tinggi negara lainnya, bukan dengan pekerja UMR," kata Deddy dalam unggahan di Instagram, Sabtu (23/8/2025).

Deddy juga menuding ada upaya pembentukan opini publik melalui operasi buzzer yang disebutnya disokong anggaran besar, untuk menyerang dirinya dan PDIP.

"Potongan video itu sengaja diedit agar seolah-olah saya merendahkan rakyat. Padahal, pembahasan saat itu murni soal perbandingan gaji. Framing ini jahat dan menyesatkan," ujarnya.

Editor
:
0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru