Peran Dadan Hindayana Terkuak di Skema Jual Titik SPPG MBG, Uang Mengalir ke Atas
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap peran pihak swasta, Glory Harimas Sihombing (GHS), dalam kasus dugaan korupsi tata kelola
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mengajak tiga menteri untuk melakukan tobat nasuha setelah bencana banjir dan tanah longsor menerjang wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Seruan ini disampaikan dalam acara Workshop Kepala Sekolah Untuk Program SMK Go Global di Bandung, Rabu (3/12).
Cak Imin menilai tobat nasuha sebagai bentuk penyesalan mendalam sekaligus perbaikan kinerja pemerintah.Baca Juga:
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita. Bahasa NU-nya taubatan nasuha," katanya, dikutip dari akun YouTube Kemenko Pemberdayaan Masyarakat.
Menurut Cak Imin, bencana yang terjadi tidak lepas dari faktor kelalaian manusia, termasuk potensi penggundulan hutan yang memperparah dampak siklon tropis Senyar.
"Kiamat bukan sudah dekat, kiamat sudah terjadi, akibat kelalaian kita sendiri. Semoga yang sedang mengalami musibah segera mendapatkan bantuan," ujarnya.
Tanggapan Menteri Lingkungan
Menanggapi ajakan ini, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyatakan dukungannya. Ia berjanji akan memperbaiki kinerja kementeriannya dalam tata kelola lingkungan hidup. "Ya saya setuju dengan arahan Pak Menko. Tentu ini mendorong kita untuk perbaikan diri," ujar Hanif.
Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menilai seruan Cak Imin baik sebagai bentuk koreksi, namun tidak serta-merta menyalahkan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Menurut Ali, beberapa kebijakan terkait kehutanan berasal dari 20 tahun lalu, sehingga bencana saat ini bukan sepenuhnya kesalahan kementerian saat ini.
Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyayangkan pernyataan Cak Imin di tengah masa tanggap darurat.
Menurutnya, fokus saat ini seharusnya penanganan korban bencana, dan evaluasi menteri seharusnya menjadi kewenangan Presiden.
Sebagai tanggapan, Ketua DPP PKB Daniel Johan menegaskan bahwa pernyataan Cak Imin bukan perintah atau menyalahkan, melainkan bentuk keresahan pribadi dan konsistensi seruan tobat ekologis yang telah disampaikan sejak lama.
Seruan Cak Imin ini memicu perdebatan antara urgensi perbaikan kebijakan lingkungan dengan sensitivitas penanganan bencana yang masih berlangsung.*
(d/dh)
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) mengungkap peran pihak swasta, Glory Harimas Sihombing (GHS), dalam kasus dugaan korupsi tata kelola
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali menetapkan satu tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi G
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan jajaran direksi dan komisaris lima bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara
EKONOMI
SINGKIL Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke80 tahun 2026, Polres Aceh Singkil melaksanakan kegiatan anjangsana kepada para pu
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Kota Medan menyiapkan sejumlah kantong parkir atau parkir satelit di sekitar Stadion Teladan guna mengantisipasi lonjak
PEMERINTAHAN
JAKARTA Calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dan Kampung Nelayan Merah Putih diwajibkan mengikuti pelatihan dasar militer s
PEMERINTAHAN
JAKARTA Relawan Garda Prabowo melaporkan mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, ke B
NASIONAL
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto buka suara terkait harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi seperti
EKONOMI
JAKARTA Pemeriksaan mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya oleh penyidik Kejaksaan Agung mengungkap perkembangan bar
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Pemerintah Kabupaten Karo berencana menghapus retribusi masuk ke kawasan pemandian air panas Sidebukdebuk setelah mendapat masuka
PEMERINTAHAN