Bupati Karo Dukung Tim Paduan Suara GBKP Tampil di Panggung Internasional
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA — Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, mengusulkan model baru dalam pemilihan kepala daerah yang ia sebut "Pilkada Jalan Tengah".
Konsep ini hadir sebagai alternatif untuk menekan praktik politik uang yang dinilai merusak kualitas demokrasi lokal sekaligus membebani biaya politik kandidat.
Dalam sistem ini, proses pemilihan kepala daerah dilakukan melalui dua tahap.Baca Juga:
Tahap pertama, rakyat menentukan tiga calon anggota DPRD dengan perolehan suara tertinggi melalui pemilihan legislatif.
Tiga kandidat ini kemudian otomatis lolos menjadi calon kepala daerah.
Tahap kedua, DPRD yang terbentuk memilih satu dari tiga kandidat tersebut menjadi kepala daerah.
Menurut Prof. Didik, mekanisme ini menjaga kedaulatan rakyat sekaligus memperkecil peluang transaksi politik yang selama ini marak terjadi pada pilkada langsung.
"Rakyat tetap menentukan lewat suara terbanyak di pileg. Dari sana lahir tiga kandidat dengan legitimasi elektoral nyata," kata Prof. Didik.
Untuk mencegah praktik suap dalam pemilihan DPRD, Prof. Didik mengusulkan pengawasan ketat, mirip mekanisme pemilihan Paus di Vatikan.
Pengawasan dilakukan melalui pengawasan berlapis oleh KPK, kejaksaan, serta pemantauan kamera.
Menurutnya, sistem ini lebih realistis dibanding mengawasi jutaan pemilih dalam pilkada langsung, sehingga potensi politik uang dan korupsi pasca-pemilihan dapat ditekan.
Prof. Didik menegaskan, mekanisme ini bukan kemunduran demokrasi, tetapi demokrasi berlapis yang menitikberatkan pada kualitas seleksi kepala daerah.
Ia menambahkan, pengaturan hukum yang jelas, uji publik kandidat, serta sanksi pidana berat terhadap praktik suap menjadi kunci efektivitas Pilkada Jalan Tengah.
"Risiko oligarki tidak hilang, tetapi bergeser ke ruang parlemen yang bisa diawasi lebih ketat," ujarnya.
Dengan konsep ini, Prof. Didik berharap Indonesia bisa keluar dari lingkaran setan biaya politik tinggi, dan menghadirkan pemerintahan daerah yang lebih bersih, efektif, serta berintegritas.*
(dh)
KABANJAHE Bupati Karo, Brigjen Pol (Purn) Dr. dr. Antonius Ginting, Sp.OG., M.Kes, menerima audiensi Tim Paduan Suara binaan Unit Pengem
SENI DAN BUDAYA
BINJAI Pemerintah Kota Binjai menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jalan secara bertahap. Kepala Dinas Peker
PEMERINTAHAN
MEDAN Pada malam ke7 Ramadan 1447 H, Ustad Dr. Awaludin, M. Pd memberikan tausyiah singkat tentang kiat meraih kebahagiaan hidup di Mes
AGAMA
JAKARTA Sebanyak 1.000 unit kendaraan niaga asal India untuk operasional logistik Koperasi Merah Putih dilaporkan telah tiba di Indonesi
EKONOMI
MEDAN Anggota Komisi B DPRD Sumatera Utara, Rudi Alfahri Rangkuti, menyoroti lonjakan harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di
EKONOMI
TAPANULI SELATAN Anggaran sebesar Rp 428 juta untuk pelatihan bakal calon kepala sekolah (BCKS) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menahan tiga mantan pejabat Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan Belawan atas dugaan korupsi retribus
HUKUM DAN KRIMINAL
JEMBRANA, BALI Dugaan perambahan hutan tanpa izin kembali mencuat di kawasan Hutan Pendem, Kabupaten Jembrana. Aktivitas pembukaan lahan
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster menegaskan pentingnya menjaga keamanan dan reputasi Pulau Dewata sebagai destinasi wisata dunia. Dal
PEMERINTAHAN
DENPASAR Gubernur Bali Wayan Koster mendukung penuh inisiatif Kejaksaan Tinggi Bali dalam memastikan pemenuhan hak administrasi kependud
PEMERINTAHAN