Golkar Sebut Putusan MK Gibran Pukulan Telak Bagi KPU: Desak Revisi Total UU Pemilu
JAKARTA Partai Golkar menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka men
NASIONAL
JAKARTA – Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, menilai fenomena ayah dan anak yang sama-sama meraih suara signifikan di daerah pemilihan (dapil) yang sama menunjukkan persoalan serius dalam proses kaderisasi partai politik.
Sorotan itu muncul setelah nama Adies Kadir dan putrinya, Adela Kanasya Adies, menjadi perhatian publik karena dinilai merepresentasikan praktik politik kekerabatan di internal Partai Golkar.
Menurut Efriza, kondisi tersebut mencerminkan pengabaian prinsip keadilan dalam kompetisi politik karena partai dinilai lebih mengutamakan peluang kemenangan dibanding membuka ruang yang lebih adil bagi kader lain.Baca Juga:
"Partai lebih memprioritaskan kemenangan elektoral dibanding memperhatikan keragaman dan keadilan dalam proses pencalonan," kata Efriza, Minggu (17/5/2026).
Ia juga menyoroti lemahnya implementasi kebijakan afirmasi bagi calon legislatif perempuan.
Menurutnya, keterwakilan perempuan justru berpotensi diisi oleh figur yang memiliki hubungan keluarga dengan elite partai.
"Terindikasi yang diajukan memang legislator perempuan yang berasal dari politik kekerabatan atau dinasti politik," ujarnya.
Selain itu, Efriza menilai fenomena tersebut menunjukkan adanya pola penguasaan daerah pemilihan tertentu oleh keluarga politik tertentu.
Kondisi ini dinilai berpotensi merusak prinsip demokrasi dan memperkuat oligarki dalam partai.
Ia menyebut pola tersebut sebagai praktik "4L" atau "lo lagi, lo lagi", bahkan berkembang menjadi "2KLL" atau "keluarga lo lagi, keluarga lo lagi".
"Daerah pemilihan seolah menjadi milik keluarga tertentu," kata dia.
Efriza menilai persoalan utama justru terletak pada pragmatisme partai yang terlalu fokus mengejar kursi legislatif tanpa membangun proses kaderisasi yang sehat dan kompetitif.
Menurut dia, kondisi tersebut juga bisa mengindikasikan terbatasnya kader potensial di internal partai atau tingginya biaya politik untuk maju sebagai calon legislatif.
"Demokrasi kita masih dibayangi ongkos politik mahal dan praktik politik kekerabatan," ujarnya.
Fenomena politik dinasti sendiri kerap menjadi sorotan dalam kontestasi politik nasional karena dinilai mempersempit ruang regenerasi kepemimpinan yang lebih meritokratis.*
(vo/ad)
JAKARTA Partai Golkar menilai putusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait gugatan syarat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka men
NASIONAL
BATU BARA Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Kabupaten Batu Bara menggelar rapat untuk membahas dan menyusun jadwal berbagai kegiatan DPRD K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Badan Pusat Statistik (BPS) merilis gambaran kesejahteraan masyarakat Indonesia pada 2026 yang mencakup berbagai aspek kehidupan,
NASIONAL
BINJAI Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai menyosialisasikan rencana pembangunan Fasilitas Pengelolaan Sampah Spesifik (FPSS) untuk m
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH Dharmayukti Karini (DYK) Daerah Aceh menggelar perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke24 di Pengadilan Tinggi Banda Aceh, Rabu (7/1
PEMERINTAHAN
JAKARTA Ahli digital forensik Rismon Sianipar menilai Mahkamah Konstitusi (MK) sudah tepat tidak menerima gugatan yang mempersoalkan syara
POLITIK
JAKARTA Bareskrim Polri menerima pengaduan masyarakat (dumas) terkait dugaan keabsahan dokumen pendidikan atau ijazah yang digunakan Wakil
NASIONAL
JAKARTA Mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, didakwa melakukan tindak pidana pencuc
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sembilan hakim Mahkamah Konstitusi (MK) dilaporkan ke Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) terkait dugaan pelanggaran kode
POLITIK
JAKARTA Partai Gerindra meminta polemik mengenai ijazah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dihentikan setelah Mahkamah Konstitusi (MK) m
POLITIK