BREAKING NEWS
Sabtu, 03 Oktober 2026

Prabowo: Terima Kasih PDIP Sudah Berada di Luar Pemerintah

Raman Krisna - Rabu, 20 Mei 2026 12:42 WIB
Prabowo: Terima Kasih PDIP Sudah Berada di Luar Pemerintah
Presiden Prabowo Subianto dalam pidato pemerintah mengenai KEM dan PPKF RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memilih berada di luar pemerintahan.

Menurut Prabowo, sikap politik tersebut penting untuk menjaga keseimbangan demokrasi melalui fungsi kontrol dan kritik terhadap pemerintah.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menutup pidato pemerintah mengenai Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 dalam Rapat Paripurna DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.

Baca Juga:

Dalam pidatonya, Prabowo mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota parlemen atas kerja sama dan kesempatan yang diberikan kepadanya untuk menyampaikan arah kebijakan ekonomi pemerintah ke depan.

"Terima kasih atas waktu yang diberikan kepada saya. Terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepada saya," kata Prabowo di hadapan anggota DPR RI.

Prabowo kemudian menyinggung konfigurasi politik di parlemen yang hampir seluruhnya berada dalam koalisi pemerintahan.

Ia mengakui hanya PDIP yang saat ini mengambil posisi di luar kabinet.

Menurut Prabowo, keberadaan partai oposisi justru diperlukan dalam sistem demokrasi agar pemerintah tetap mendapatkan kritik dan pengawasan yang sehat.

"Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah," ujar Prabowo.

Ia bahkan menyebut posisi politik PDIP sebagai kontribusi penting bagi demokrasi Indonesia.

Meski demikian, Prabowo mengakui dirinya secara pribadi tetap menginginkan semangat gotong royong di antara seluruh kekuatan politik nasional.

"Sebetulnya saya ingin mengucapkan terima kasih kepada PDIP. Saudara berjasa untuk demokrasi kita. Memang maunya saya itu gotong royong, kalau semua partai di pemerintah alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik," tuturnya.

Pernyataan Prabowo itu menjadi sorotan karena disampaikan di tengah dinamika hubungan politik antara pemerintah dan PDIP pasca-Pemilu 2024.

Sikap Presiden yang secara terbuka mengapresiasi keberadaan oposisi dinilai sebagai sinyal penting dalam menjaga iklim demokrasi dan keseimbangan politik nasional.

Sebelumnya, Ketua DPP PDIP Andreas Hugo Pareira mengaku terkejut dengan kehadiran langsung Prabowo dalam rapat paripurna DPR untuk menyampaikan kerangka ekonomi makro dan kebijakan fiskal pemerintah.

Menurut Andreas, selama dirinya menjadi anggota DPR RI, baru kali ini presiden hadir langsung dalam forum tersebut untuk memaparkan arah kebijakan ekonomi negara.*


(d/ad)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Tegur Menteri dan ASN: Jangan Jadi Pemerintah “Kumaha Engke Wae”
Prabowo: Indonesia Tak Boleh Jadi Bangsa yang Takut Dolar dan Krisis BBM
Mewakili Wali Kota, Sekda Tanjungbalai Pimpin Upacara Harkitnas 2026: Soroti Kedaulatan Digital dan Perlindungan Generasi Muda
Prabowo Beberkan Cetak Biru APBN 2027, Ekonomi Ditargetkan Tumbuh hingga 6,5 Persen
Prabowo Kaget Ekonomi RI Tumbuh 35 Persen, Tapi Kemiskinan Justru Naik: Saya Seperti Dipukul di Ulu Hati
Prabowo Wajibkan Ekspor Minyak Sawit dan Batu Bara Lewat BUMN, Devisa Rp1.100 Triliun Jadi Sorotan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru