Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan langkah untuk mempertahankan sekaligus menghidupkan pengaruh politiknya di ruang publik.
Penilaian tersebut disampaikan Adi dalam Program Gaspol yang ditayangkan di YouTube, Kamis, 9 Juli 2026.
"Kenapa Jokowi pada akhirnya melakukan safari politik? Ini mirip-mirip iklan sampo, all in, satu, supaya kartu politik Jokowi itu terus hidup," kata Adi.
Baca Juga:
Menurut Adi, jika aktivitas Jokowi hanya sebatas menerima kunjungan masyarakat di kediamannya, perhatian publik lambat laun akan berkurang karena dinilai tidak lagi menghadirkan hal baru.
"Kalau hanya bicara tentang kunjungan rakyat, orang ke rumah Jokowi, sudah membosankan. Bosan, gitu-gitu aja, nggak ada novelty-nya, nggak ada yang baru," ujarnya.
Adi menilai, melalui kunjungan ke berbagai daerah, Jokowi dapat menunjukkan bahwa dirinya masih memiliki daya tarik politik dan tetap diterima oleh masyarakat di berbagai wilayah.
"Artinya Pak Jokowi akan semakin terus diperhitungkan sebagai orang yang relatif misalnya bisa diterima di berbagai tempat," ungkapnya.
Ia mencontohkan kunjungan Jokowi ke Provinsi Lampung yang dinilai mendapat sambutan meriah dari masyarakat, meski di sisi lain juga terdapat kelompok yang menyampaikan penolakan.
"Lampung salah satunya kan penerimaannya kan kelihatan, ramai, sekalipun ada juga yang menolak, tapi minimal itu yang saya sebut bahwa ini adalah bagian dari untuk mengamplifikasi ulang kartu politiknya Pak Jokowi," tuturnya.
Selain menjaga eksistensi politik, Adi juga menilai safari tersebut berkaitan dengan upaya memperkuat posisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menjelang Pemilu mendatang.
"(Pak Jokowi) all out untuk memenangkan PSI," ungkapnya.
Sebelumnya, Jokowi memulai rangkaian safari politiknya dengan mengunjungi Provinsi Lampung.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.