Gugatan Ijazah Jokowi Hendak Dicabut: Jokowi, UGM dan Polda Metro Jaya Justru Keberatan
SOLO Sidang gugatan perdata terkait ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis, 27 Ag
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Partai NasDem menyoroti operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menjerat Bupati Sukoharjo, Etik Suryani. NasDem mengingatkan seluruh kepala daerah agar menjadikan kasus tersebut sebagai peringatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap diri sendiri dan menghindari penyalahgunaan wewenang.
Kapoksi Fraksi NasDem Komisi II DPR RI, Ujang Bey, mengatakan kasus dugaan pemerasan yang melibatkan kepala daerah bukanlah peristiwa baru. Menurutnya, pola serupa telah berulang dalam sejumlah operasi tangkap tangan yang dilakukan KPK.
"Kasus pemerasan atasan kepada bawahan bukan yang pertama. Ini seperti pengulangan dari berbagai kasus OTT KPK yang pernah terjadi sebelumnya," kata Ujang Bey, Sabtu (11/7/2026).Baca Juga:
Ia menilai maraknya kepala daerah yang tersandung kasus korupsi harus menjadi momentum introspeksi bagi para pejabat publik. Pencegahan korupsi, kata dia, tidak hanya bergantung pada sistem pengawasan, tetapi juga pada kemampuan setiap pemimpin mengendalikan diri.
"Peristiwa ini seharusnya membuat para kepala daerah mawas diri dan mampu mengendalikan hasrat yang tidak baik. Pencegahan terbaik dimulai dari kontrol diri sendiri," ujarnya.
Menurut Ujang, KPK selama ini telah melakukan berbagai kajian serta memberikan rekomendasi kepada pemerintah daerah terkait upaya pencegahan penyalahgunaan wewenang. Namun, ia menduga masih ada pemerintah daerah yang belum menjalankan rekomendasi tersebut secara optimal.
Ia mengingatkan bahwa lemahnya pengawasan internal berpotensi membuat praktik korupsi terus berulang.
"Kalau rekomendasi itu tidak dijalankan melalui sistem pengawasan internal yang kuat, kasus-kasus seperti ini hanya akan menjadi semacam 'dejavu hukum'," tambahnya.
Sebelumnya, KPK menetapkan Bupati Sukoharjo Etik Suryani sebagai tersangka usai terjaring operasi tangkap tangan terkait dugaan pemerasan terhadap perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Dalam operasi tersebut, KPK turut mengamankan sembilan orang dari wilayah Sukoharjo, Solo, dan Wonogiri untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Kasus ini masih terus dikembangkan oleh penyidik guna mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat.* (d/dh)
SOLO Sidang gugatan perdata terkait ijazah Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi digelar di Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis, 27 Ag
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset kembali menjadi salah satu tuntutan dalam aksi demonstrasi yang berlangsung pada K
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sejumlah mahasiswa Universitas Terbuka (UT) bersama warga lainnya tertahan saat hendak menuju Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat,
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperkuat upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui dua pendekatan, yak
KESEHATAN
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumut memperkuat sinergi
PEMERINTAHAN
JAKARTA Massa aksi yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) membubarkan diri dan meninggalkan area depan Gedung DPR/M
PERISTIWA
JAKARTA DPR RI menyetujui Sarjito sebagai calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis Dewan Komisioner Otorita
EKONOMI
JAKARTA Pimpinan DPR RI menyatakan siap mengundurkan diri apabila Rancangan UndangUndang atau RUU Perampasan Aset tidak disahkan dalam
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Bank Sumut dan Perumda Tirtanadi untuk membuka peluang melantai di
PEMERINTAHAN
BATU BARA Kepedulian terhadap sesama ditunjukkan Pemerintah Desa (Pemdes) Bogak, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Sumatera
PEMERINTAHAN