BREAKING NEWS
Sabtu, 25 Juli 2026

Apa Itu Londo Ireng? Ucapan Prabowo yang Kini Ramai Dibahas Publik

Abyadi Siregar - Sabtu, 25 Juli 2026 15:49 WIB
Apa Itu Londo Ireng? Ucapan Prabowo yang Kini Ramai Dibahas Publik
Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya pada puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Kamis, 23 Juli 2026. (foto: Dok. PKB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Yang ikut Belanda perang lawan kita. Londo-londo ireng ini. Sampai sekarang masih ada," kata Prabowo.

Prabowo kemudian menyebut bahwa pihak yang dimaksud saat ini dapat muncul dalam berbagai latar belakang, seperti wartawan, pengamat, maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Hanya dia sekarang pakai baju lain kan. Wartawan, jurnalis, apa itu pengamat, LSM. LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah kita tahu kan," ujarnya.

Menurut Prabowo, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian dari demokrasi, tetapi ia mengingatkan agar masyarakat dapat membedakan kritik yang membangun dengan upaya yang dinilai bertujuan melemahkan bangsa.

Ray Rangkuti Soroti Penggunaan Istilah

Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menilai penggunaan istilah "Londo Ireng" dalam pidato Presiden dapat berdampak terhadap persepsi publik mengenai kelompok masyarakat yang menjalankan fungsi kontrol terhadap pemerintah.

Menurut Ray, istilah tersebut tidak hanya persoalan pilihan kata, tetapi juga dapat memengaruhi cara pandang masyarakat terhadap jurnalis, pengamat, maupun kelompok masyarakat sipil.

Ia juga menyoroti sejumlah istilah yang sebelumnya pernah digunakan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan.

"Mulai dari 'endasmu', 'bajingan', 'emang gue pikirin', 'kabur aja sana', 'antek-antek asing', dan yang terakhir 'Londo Ireng'," kata Ray kepada wartawan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Ray menilai tudingan seperti "antek asing" maupun "Londo Ireng" belum pernah dibuktikan secara terbuka kepada masyarakat.

Menurutnya, penggunaan istilah yang bernada merendahkan dapat berpengaruh terhadap kualitas komunikasi publik.

Ia mengingatkan bahwa kritik dan perbedaan pendapat merupakan bagian penting dalam sistem demokrasi.

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
AMPI Binjai dan Pemko Gelar Gerakan Safari Dakwah Subuh, Ajak Masyarakat Makmurkan Masjid
Ganjar Tegaskan PDIP Tetap di Luar Pemerintahan Prabowo, Pilih Jalankan Fungsi Pengawasan Demokrasi
Sungai Krueng Sawang Aceh Utara Tiba-tiba Meluap, Dua Jembatan Rusak Terseret Kayu Gelondongan
Yayasan Methodist Benayah Ajukan Pembelian Aset Pemko untuk Perluasan Sekolah, Wali Kota: Harus Ikuti Aturan dan Persetujuan DPRD
Pemko Tanjungbalai dan UPT Samsat Perkuat Sinergi Tingkatkan PAD, Wali Kota Minta ASN Segera Lunasi Pajak Kendaraan
Pemko Tanjungbalai Salurkan 20 Kursi Roda dan 90 Seragam Sekolah untuk Penyandang Disabilitas dan Siswa SD
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru