BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

Ferdinand: Pancingan Prabowo Sangat Jitu, Umpan Dilempar, 'Londo Ireng' Keluar Serentak

Raman Krisna - Senin, 27 Juli 2026 13:33 WIB
Ferdinand: Pancingan Prabowo Sangat Jitu, Umpan Dilempar, 'Londo Ireng' Keluar Serentak
Politikus Ferdinand Hutahaean. (foto: @ferdinand_hutahaean/ig)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato dalam peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta Convention Center (JCC), Kamis, 23 Juli 2026.

Dalam pidatonya, Prabowo menilai masih ada pihak-pihak yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa lain dibanding kepentingan Indonesia.

Ia menggunakan istilah "londo ireng" untuk menggambarkan kelompok tersebut.

"Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain. Itu yang dulu kita sebut Londo Ireng. Iya, yang ikut Belanda perang lawan kita, Londo-Londo Ireng ini sampai sekarang masih ada, hanya dia sekarang pakai baju lain kan," katanya.

Prabowo juga menyinggung media, jurnalis, pengamat, dan LSM dalam konteks tersebut.

"Wartawan, jurnalis, apa itu, pengamat, LSM harus kita tanya, yang gaji lu siapa? Yang bayar listrikmu siapa? Yang bayar handphonemu siapa? Cari pekerjaan susah, kita tahu kan?"

Meski demikian, Presiden menegaskan bahwa pemerintah tetap terbuka terhadap kritik.

"Kita negara demokrasi, kita tidak anti kritik, tapi kita bukan anak kecil," pungkasnya.

Pernyataan Presiden memunculkan kembali pembahasan mengenai makna historis istilah londo ireng.

Pemerhati sejarah dan budaya KRMRAP Nuky Mahendranata Adiningrat menjelaskan bahwa istilah tersebut telah dikenal sejak masa Perang Diponegoro.

"Istilah Londo Ireng itu sebetulnya muncul sudah sejak lama. Sejak Perang Diponegoro, sejak Legiun Mangkunegaran itu sudah muncul," kata KRMRAP Nuky.

Menurut dia, istilah tersebut berkembang untuk menyebut orang dari bangsa sendiri yang berpihak kepada kekuatan kolonial atau kepentingan asing.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Munas III Sukses Digelar, DPP PJS Apresiasi Dukungan Anggota dan Siap Hadapi Verifikasi Dewan Pers
Membaca Putusan Sela Dokter Tifa dan Kalkulasi Pilihan Rasional
Febrie Adriansyah Minta Maaf kepada Prabowo dan Jaksa Agung: Izinkan Saya Membuktikan Kebenaran
Perry Warjiyo Mundur dari Gubernur BI, Rupiah Melemah ke Rp17.973 per Dolar AS
Survei SMRC: 42,8 Persen Publik Nilai Kondisi Politik Nasional Memburuk di Era Pemerintahan Prabowo
Resmi! Perry Warjiyo Mengundurkan Diri dari Jabatan Gubernur BI, Destry Damayanti Ambil Alih Sementara
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru