BREAKING NEWS
Kamis, 20 Agustus 2026

Tiga Parpol Kompak Bilang: Senyum Prabowo Diapit Jokowi-Gibran Lenyapkan Spekulasi Kerenggangan

Adelia Syafitri - Kamis, 20 Agustus 2026 09:20 WIB
Tiga Parpol Kompak Bilang: Senyum Prabowo Diapit Jokowi-Gibran Lenyapkan Spekulasi Kerenggangan
momen akrab antara Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), dan Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming di sela upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 RI, Istana Merdeka, Senin (17/8/2026) (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA- Momen Presiden Prabowo Subianto duduk di antara Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI mendapat perhatian sejumlah partai politik. Mereka menilai momen tersebut menunjukkan hubungan yang baik sekaligus menjadi simbol persatuan antartokoh bangsa.

Momen itu terjadi saat rangkaian Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta, pada 17 Agustus 2026. Setelah memimpin upacara, Prabowo duduk di kursinya yang berada di antara Jokowi dan Gibran.

Jokowi terlihat mengenakan pakaian adat Bali, sedangkan Gibran memakai pakaian adat Nusa Tenggara Timur (NTT). Ketiganya kemudian tampak berbincang, tersenyum hingga tertawa bersama sambil menyaksikan atraksi pesawat tempur di langit Istana.

Baca Juga:

Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi menilai posisi duduk tersebut merupakan hal yang wajar dan sesuai dengan protokol kenegaraan. Namun, dia menyebut suasana akrab yang diperlihatkan ketiganya dapat sekaligus mematahkan spekulasi mengenai adanya kerenggangan hubungan.

"Menurut PAN, tempat duduk Presiden Prabowo dan Pak Jokowi adalah hal yang biasa saja, sesuai dengan aturan protokoler kepresidenan dalam acara kenegaraan," kata Viva.

Menurut Viva, kebersamaan Prabowo dan Jokowi dalam suasana penuh keakraban justru menunjukkan tidak adanya keretakan hubungan seperti yang sempat menjadi spekulasi.

"Kehadiran Pak Jokowi yang duduk berdampingan dengan Presiden Prabowo dalam suasana penuh kegembiraan telah melenyapkan spekulasi politik yang menafsirkan adanya keretakan hubungan," ujarnya.

Viva menilai kebersamaan para pemimpin dalam peringatan kemerdekaan merupakan contoh politik yang sehat. Menurutnya, perbedaan pandangan politik tidak seharusnya menghilangkan persahabatan dan persatuan.

"Rakyat pasti senang jika para pemimpinnya kompak, menjaga persahabatan, dan saling bertegur-sapa. Pemimpin mesti memberikan suri keteladanan bagi masyarakat," katanya.

Senada, Ketua DPP PKB Daniel Johan menyebut kehadiran mantan presiden dan wakil presiden dalam upacara kemerdekaan merupakan tradisi kenegaraan. Karena itu, menurutnya, momen Prabowo duduk bersama Jokowi dan Gibran merupakan sesuatu yang wajar.

"Hal yang positif, karena undangan kepada mantan presiden dan wakil presiden dalam upacara HUT Kemerdekaan memang sudah menjadi tradisi kenegaraan, sehingga wajar saja," kata Daniel.

Daniel menilai momen tersebut memperlihatkan semangat kebersamaan dan saling menghormati di antara tokoh bangsa. Namun, dia mengingatkan agar simbol kebersamaan itu juga diikuti kebijakan yang benar-benar menyentuh persoalan masyarakat.

"Yang lebih penting adalah itu menunjukkan semangat kebersamaan dan persatuan, sikap saling menghormati antar tokoh bangsa yang patut menjadi contoh, bahwa perbedaan pandangan politik tidak menghalangi silaturahmi dan kerja sama untuk kepentingan bangsa dan rakyat," ujarnya.

Dia berharap kebersamaan antartokoh negara tidak berhenti pada simbol, tetapi diterjemahkan dalam kebijakan yang memperhatikan masyarakat kecil, termasuk warga di desa, kawasan pesisir dan sentra pertanian.

Sementara itu, Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong juga memandang momen tersebut sebagai sesuatu yang natural dan menunjukkan hubungan baik antara Prabowo dengan Jokowi dan Gibran.

"Kami memaknai momen Pak Presiden Prabowo duduk bersama Pak Jokowi dan Wakil Presiden Mas Gibran dalam upacara HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus 2026 kemarin adalah hal yang wajar dan menunjukkan suasana kebersamaan yang baik," kata Bahtra.

Menurut Bahtra, setiap upacara 17 Agustus di Istana memang mengundang para presiden dan wakil presiden terdahulu. Karena itu, posisi Jokowi yang duduk sejajar dengan Prabowo dan Gibran dinilai bukan sesuatu yang aneh.

Bahtra juga mengatakan hubungan Prabowo dengan para pemimpin terdahulu selama ini terjalin baik. Menurutnya, Prabowo terus menjaga komunikasi dan silaturahmi dengan tokoh-tokoh bangsa.

"Karena itu, kalau terlihat berbincang tersenyum atau tertawa bersama, saya kira itu suasana yang natural dan mencerminkan hubungan yang baik," ujarnya.

Dia menilai sikap para pemimpin yang dapat duduk bersama dalam satu momentum kenegaraan tersebut patut menjadi teladan. Menurut Bahtra, persatuan dan kerja sama seluruh elemen bangsa dibutuhkan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil dan makmur.

Sejumlah partai politik pun sepakat bahwa momen Prabowo, Jokowi dan Gibran duduk bersama lebih menunjukkan suasana kebersamaan. Selain mematahkan spekulasi soal kerenggangan, momen tersebut dinilai dapat menjadi simbol pentingnya persatuan di tengah perbedaan politik.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Sengaja Diatur Jam 09.00 Biar Tak Lewat Salat Jumat, Ini Jadwal Putusan Praperadilan Dokter Tifa soal Ijazah Jokowi
Diapit Jokowi-Gibran Sambil Tertawa, Pengamat: Prabowo Sedang 'Bicara' Tanpa Kata Bahwa Semua Baik-baik Saja
SBY dan Megawati Absen, Istana Ungkap Alasan Prabowo Duduk Sejajar Jokowi di HUT RI
Sudah Empat Kali Ajukan Praperadilan, Roy Suryo Kini Persoalkan SPDP hingga Dua Rezim KUHP Sekaligus
HUT RI ke-81: Prof. Didik Rachbini Sebut Demokrasi dan Negara Hukum Indonesia Sedang Diuji
Diapit Jokowi dan Gibran Sambil Tertawa Lepas, Gerindra: Itu Cerminan Persatuan, Bukan Sekadar Kebetulan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru