BREAKING NEWS
Minggu, 04 Oktober 2026

Soal Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat: Beliau Takut Ditinggalkan

Raman Krisna - Sabtu, 03 Oktober 2026 22:36 WIB
Soal Reshuffle Kabinet Prabowo, Pengamat: Beliau Takut Ditinggalkan
Presiden Prabowo Subianto. (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Misalnya, apakah Pak Bahlil itu tipe menteri yang diinginkan oleh Pak Prabowo? Saya tak yakin. Mungkin, tapi tidak bisa nolak karena ketua partai," ujarnya.

Ray juga menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan serta Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bagian dari konfigurasi politik yang menurutnya membatasi ruang Presiden dalam melakukan perubahan kabinet.

Menurut dia, masuknya berbagai partai ke dalam pemerintahan membuat penataan kabinet tidak semata-mata ditentukan oleh pertimbangan teknokratis.

Ray kemudian menyoroti reshuffle terbaru yang menurutnya belum mengubah representasi partai politik dalam kabinet.

Dia mencontohkan pergantian Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita yang digantikan oleh Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji.

"Kalau kita lihat reshuffle yang terakhir ini, lagi-lagi tidak ada satu pun kursi partai yang dihilangkan, diganti oleh Pak Prabowo. Pak Agus Gumiwang yang diganti orang partai, tapi kan diganti tetap dari orang partai yang sama," ujarnya.

Ray menilai kondisi tersebut menunjukkan reshuffle belum menyentuh konfigurasi politik yang lebih mendasar di dalam kabinet.

"Kalau mau reshuffle strategis atau substantif, bisa-bisa 80 persen orang-orang ini diganti oleh Pak Prabowo. Dan itu enggak akan dilakukan," katanya.

Pada 1 Oktober 2026, Presiden Prabowo memang melakukan reshuffle kabinet dengan melantik sejumlah menteri dan wakil menteri.

Sekretariat Negara mencatat antara lain Sugiono menjadi Menko PMK, Dudung Abdurachman menjadi Menko Polkam, serta Arrmanatha Christiawan Nasir menjadi Menteri Luar Negeri.

Pada hari yang sama, Listyo Sigit Prabowo dilantik sebagai Kepala Staf Kepresidenan dan Dedi Prasetyo sebagai Kepala Badan Reforma Agraria Nasional.

Ray juga menyinggung posisi Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Nusron Wahid yang menurutnya tetap bertahan dalam reshuffle terbaru.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Reshuffle Kabinet Prabowo Sudah 7 Kali, Pengamat: Kapasitas Presiden Mencari Orang yang Tepat Gagal
Bantaran Sungai Toba-Asahan di Toba Diusulkan Jadi Destinasi Wisata dan Ekonomi Kreatif
26 Tokoh Jadi Wantimpres Prabowo, Ketua DPD RI: Akan Menambah Bobot Pemerintahan
Rp8,79 Triliun Digelontorkan untuk Percepatan Pemulihan Pascabencana di Sumut
Pernah Dipecat PDIP, Bobby Nasution: Biarlah Saya di Partai Gerindra
APBN 2027 Tembus Rp4.000 Triliun, Ekonom Ungkap Alasan Pemerintah Naikkan Belanja
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru