Lima WNI Akui Bersalah dalam Kasus Perampokan Bersenjata di Malaysia, Terancam 20 Tahun Penjara
PULAU PINANG Lima warga negara Indonesia (WNI) mengakui bersalah atas tiga kasus perampokan bersenjata yang terjadi di sejumlah lokasi p
INTERNASIONAL
MEDAN – Kebiasaan membuang ampas kopi ke saluran wastafel dapur ternyata bisa menimbulkan masalah serius pada sistem pembuangan air di rumah.
Joy Ramos, ahli pembersih profesional sekaligus Manajer Operasi Bear Bros Cleaning, memperingatkan bahwa tindakan ini berpotensi menyumbat saluran air dan memicu kerusakan yang mahal.
"Banyak orang membilas ampas kopi ke dalam wastafel tanpa menyadari bahwa ampas kopi dapat menumpuk dan menyebabkan saluran air lambat atau penyumbatan penuh," ujar Ramos dalam keterangannya.
Menurutnya, risiko penyumbatan meningkat ketika ampas kopi bercampur dengan minyak goreng bekas dan sisa sabun pencuci piring.
Campuran tersebut membentuk lumpur pekat yang lengket dan menempel di dalam pipa.
"Penumpukan ini tak hanya terjadi di dapur, tetapi bisa menyebar ke seluruh sistem drainase rumah, menyebabkan perlunya perbaikan pipa yang sangat mahal," tambahnya.
Ramos menyarankan agar masyarakat segera melakukan tindakan pencegahan jika terlanjur membuang ampas kopi ke wastafel, meski belum merasakan dampaknya.
"Mulailah dengan membilas saluran air menggunakan air panas dan sabun cuci piring untuk membantu melarutkan residu," jelas Ramos.
Jika air mengalir lebih lambat dari biasanya, langkah selanjutnya adalah menggunakan larutan baking soda dan cuka.
Campuran ini dibiarkan selama 10–15 menit sebelum disiram dengan air mendidih untuk membersihkan sisa-sisa ampas dan minyak yang mengendap.
Namun, jika penyumbatan telah parah, memanggil jasa tukang ledeng profesional adalah solusi yang disarankan agar kerusakan tidak meluas.
Selain dibuang ke tempat sampah, ampas kopi bisa dimanfaatkan sebagai kompos atau pupuk alami di kebun.
Ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bermanfaat bagi tanaman.
Ramos juga menekankan bahwa ampas kopi bukan satu-satunya zat yang tidak boleh masuk ke wastafel.
"Beberapa bahan makanan seperti cangkang telur, nasi, pasta, minyak goreng, dan kulit kentang juga bisa menyebabkan penyumbatan pipa," jelasnya.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang limbah dapur.
Wastafel bukan tempat pembuangan akhir segala jenis sisa makanan.
Dengan membiasakan diri membuang limbah secara tepat, masyarakat dapat mencegah penyumbatan, menghemat biaya perbaikan, dan berkontribusi pada kelestarian lingkungan.*
(km/a008)
PULAU PINANG Lima warga negara Indonesia (WNI) mengakui bersalah atas tiga kasus perampokan bersenjata yang terjadi di sejumlah lokasi p
INTERNASIONAL
ASAHAN Tim gabungan Balai Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan Wilayah Sumatera menemukan 1.677 batang kayu rimba yang diduga berasal dari
HUKUM DAN KRIMINAL
PADANG Wakil Gubernur Sumatera Barat, Vasko Ruseimy, mengalami kecelakaan lalu lintas saat perjalanan dinas dari Solok Selatan menuju Pa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah bersama perbankan nasional, termasuk Bank Negara Indonesia (BNI), kembali membuka program Kredit Usaha Rakyat (KUR) 202
EKONOMI
OlehAnggito Abimanyu.BADAN Pusat Statistik (BPS) merilis pertumbuhan ekonomi Indonesia tahunan pada Kuartal I 2026 sebesar 5,61. Angka ter
OPINI
JAKARTA Jelang Idul Adha 1447 H atau 2026 M, umat Islam kembali diingatkan pada salah satu momentum ibadah yang dinilai memiliki keutamaan
AGAMA
ACEH BESAR Dua lembaga pendidikan berbasis pesantren, Tapak Suci Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan dan Dayah Insan Qur&039ani, m
PENDIDIKAN
MEDAN Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menyebut Universitas HKBP Nommensen (UHN) menunjukk
PENDIDIKAN
JAKARTA Upaya pembersihan material lumpur di wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hampir
NASIONAL
BALI Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Bali pada Senin, 18 Mei 2026. Hasil pema
NASIONAL