Prabowo Bidik Kerja Sama PLTS dan Teknologi Nuklir dengan India, Ketahanan Energi Jadi Prioritas
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengajak India untuk memperkuat kerja sama di sektor energi, termasuk pengembangan proyek Pembangkit Li
EKONOMI
MEDAN – Kebiasaan membuang ampas kopi ke saluran wastafel dapur ternyata bisa menimbulkan masalah serius pada sistem pembuangan air di rumah.
Joy Ramos, ahli pembersih profesional sekaligus Manajer Operasi Bear Bros Cleaning, memperingatkan bahwa tindakan ini berpotensi menyumbat saluran air dan memicu kerusakan yang mahal.
"Banyak orang membilas ampas kopi ke dalam wastafel tanpa menyadari bahwa ampas kopi dapat menumpuk dan menyebabkan saluran air lambat atau penyumbatan penuh," ujar Ramos dalam keterangannya.
Menurutnya, risiko penyumbatan meningkat ketika ampas kopi bercampur dengan minyak goreng bekas dan sisa sabun pencuci piring.
Campuran tersebut membentuk lumpur pekat yang lengket dan menempel di dalam pipa.
"Penumpukan ini tak hanya terjadi di dapur, tetapi bisa menyebar ke seluruh sistem drainase rumah, menyebabkan perlunya perbaikan pipa yang sangat mahal," tambahnya.
Ramos menyarankan agar masyarakat segera melakukan tindakan pencegahan jika terlanjur membuang ampas kopi ke wastafel, meski belum merasakan dampaknya.
"Mulailah dengan membilas saluran air menggunakan air panas dan sabun cuci piring untuk membantu melarutkan residu," jelas Ramos.
Jika air mengalir lebih lambat dari biasanya, langkah selanjutnya adalah menggunakan larutan baking soda dan cuka.
Campuran ini dibiarkan selama 10–15 menit sebelum disiram dengan air mendidih untuk membersihkan sisa-sisa ampas dan minyak yang mengendap.
Namun, jika penyumbatan telah parah, memanggil jasa tukang ledeng profesional adalah solusi yang disarankan agar kerusakan tidak meluas.
Selain dibuang ke tempat sampah, ampas kopi bisa dimanfaatkan sebagai kompos atau pupuk alami di kebun.
Ini tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga bermanfaat bagi tanaman.
Ramos juga menekankan bahwa ampas kopi bukan satu-satunya zat yang tidak boleh masuk ke wastafel.
"Beberapa bahan makanan seperti cangkang telur, nasi, pasta, minyak goreng, dan kulit kentang juga bisa menyebabkan penyumbatan pipa," jelasnya.
Peringatan ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih bijak dalam membuang limbah dapur.
Wastafel bukan tempat pembuangan akhir segala jenis sisa makanan.
Dengan membiasakan diri membuang limbah secara tepat, masyarakat dapat mencegah penyumbatan, menghemat biaya perbaikan, dan berkontribusi pada kelestarian lingkungan.*
(km/a008)
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mengajak India untuk memperkuat kerja sama di sektor energi, termasuk pengembangan proyek Pembangkit Li
EKONOMI
SOLO Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menegaskan kesiapannya menghadiri persidangan dugaan fitnah ijazah palsu apabila mendapat pan
NASIONAL
JAKARTA Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan mengabulkan sebagian permohonan praperadilan yang diajukan Roy Suryo terkait penanganan p
NASIONAL
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, meminta Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sad
EKONOMI
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan tanda kehormatan tertinggi Republik Indonesia, Bintang Republik Indonesia Adipurna, kep
NASIONAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengaku telah beberapa kali memberikan teguran kepada Bupati Langkat Syah Afandin atau Ondim
POLITIK
JAKARTA Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengungkapkan dirinya bersama Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono mendapat mandat dari Presiden Prabowo
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menyiapkan langkah besar untuk memperkuat perlindungan kawasan hutan di Indonesia dengan menambah jumla
NASIONAL
MEDAN Paviliun Kabupaten Simalungun menjadi salah satu pusat perhatian pengunjung dalam gelaran Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50. B
EKONOMI
MEDAN Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Prof. Dr. M. Ildrem Provinsi Sumatera Utara memanfaatkan ajang Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 untuk me
KESEHATAN